Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Bau hangus masih terasa menyengat di Pasar Desa Lemahabang Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Rabu (31/12/2025).
Deretan los yang menghitam berdiri sunyi, sebagian atapnya runtuh, menyisakan puing-puing sisa kebakaran hebat yang menghanguskan hampir seluruh area pasar.
Kepala Desa atau Kuwu Lemahabang Kulon, Rudiana menyebutkan, kebakaran tersebut melanda hampir seluruh los yang ada di pasar desa tersebut.
“Untuk Pasar Desa Lemahabang Kulon ini, total jumlah kios atau los yang ada kurang lebih sekitar 268. Hampir seluruh kios itu terbakar. Kita sudah melihat sendiri bahwasanya ini memang kejadian pada pukul 18.30 WIB,” ujar Rudiana saat diwawancarai di area pasar, Rabu (31/12/2025).
Baca juga: Tak Pernah Benar-Benar Kering, Warga Gunungsari Waled Cirebon Kembali Terjebak Banjir dari Kuningan
Ia mengungkapkan, kebakaran tersebut berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi warga, khususnya para pedagang yang menggantungkan hidup dari pasar tradisional itu.
Sebagai langkah penanganan awal, Pemerintah Desa Lemahabang Kulon berencana menyiapkan pasar darurat atau pasar sementara agar pedagang tetap bisa berjualan.
"Kami dari Pemdes Lemahabang Kulon akan memberikan solusi, khususnya untuk para pedagang ini, kami akan memprioritaskan pasar darurat. Karena bagaimanapun juga mereka butuh untuk cicilan bank dan kebutuhan yang lain,” ucapnya.
Rudiana menyebut, lokasi pasar sementara telah disurvei dan berada tidak jauh dari lokasi pasar lama.
“Rencananya di sebelah, ada lahan kami dan tempatnya cukup luas. Mungkin bisa kita relokasikan ke tempat yang kami siapkan,” jelas dia.
Proses pemindahan pedagang ke pasar sementara akan dilakukan sesegera mungkin, sambil pendataan pedagang masih terus berjalan.
"Kami segera, secepatnya. Karena sambil berjalan, kami juga sedang menginput dan mendata pedagang-pedagang yang masih aktif, terutama yang masih aktif, karena banyak juga pedagang yang sudah tidak aktif,” katanya.
Terkait kerugian akibat kebakaran tersebut, Rudiana memperkirakan nilainya mencapai miliaran rupiah.
“Kalau dari kerugian, mungkin dengan bangunan dan termasuk barang-barang para pedagang, sekitar Rp 2 miliar,” ujarnya.
Baca juga: Olah TKP Pasar Lemahabang Cirebon, Polisi Temukan Kabel dan Sisa Alat Elektronik yang Terbakar
Sementara itu, di antara los-los yang hangus, tim kepolisian tampak menyusuri setiap sudut pasar untuk merangkai petunjuk awal penyebab kebakaran.
Rabu (31/12/2025) siang, Satreskrim Polresta Cirebon bersama tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan.
Olah TKP tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kasat Reskrim Polresta Cirebon, AKP Iwa Mashadi, didampingi Kapolsek Lemahabang AKP Yuliana.
"Hari ini kami menindaklanjuti pascakejadian kebakaran di Pasar Desa Lemahabang Kulon. Kami dari Satreskrim bersama tim Inafis melakukan olah TKP terkait kejadian kebakaran ini,” ujar Iwa.
Ia menjelaskan, proses olah TKP diawali dengan pengamatan kondisi pasar secara umum sebelum difokuskan pada los dan kios yang terbakar.
"Kami melakukan pengamatan terhadap keadaan secara umum, kemudian secara spesifik meneliti kios atau los yang terbakar untuk mencari barang-barang yang berkaitan dengan kejadian,” ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan munculnya api.
“Kami mengamankan beberapa barang, di antaranya bekas kabel yang terbakar dan sisa barang elektronik,” jelas Iwa.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa temuan tersebut masih bersifat awal dan akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih mendalam.
“Ini masih olah TKP tahap awal. Untuk memastikan penyebab kebakaran, kami akan berkoordinasi dengan Puslabfor Polri,” katanya.
Selain barang bukti, polisi juga telah memeriksa lebih dari lima orang saksi, termasuk penjaga malam pasar yang pertama kali melihat api.
"Saksi melihat sumber api berasal dari bagian atas los pasar. Ini menjadi keterangan awal untuk pendalaman penyebab kebakaran,” pungkas Iwa.
Sekitar pukul 18.30 WIB, api tiba-tiba muncul dari bagian tengah Pasar Lemahabang saat aktivitas jual beli mulai lengang.
Dalam hitungan menit, kobaran api membesar.
Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat jelas dari Jalan Penghubung Lemahabang–Japura.
Warga dan pengguna jalan sontak berhenti, sebagian berkerumun menyaksikan si jago merah melalap kios-kios pasar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, mengungkapkan dugaan sementara kebakaran berkaitan dengan cuaca ekstrem.
"Ada dugaan sambaran petir sebanyak dua kali yang mengenai instalasi listrik pasar, sehingga menyebabkan hubungan arus pendek atau korsleting,” ujarnya.
Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 45 personel dikerahkan.
Proses pemadaman berlangsung hingga malam hari dan dilanjutkan dengan pendinginan guna mencegah munculnya titik api baru.