Akibat Kembang Api, Rong Telu Dan Piasan Di Celuk Sukawati Bali Terbakar
January 01, 2026 09:34 AM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Meskipun terdapat imbauan untuk tidak menyalakan kembang api dalam menyambut tahun baru 2026 untuk menghormati korban bencana Sumatera, sejumlah masyarakat di Kabupaten Gianyar, Bali, mengabaikannya. 

Namun, pesta kembang api yang diharapkan menimbulkan keceriaan, justru menjadi duka. Sebab percikan api dari kembang api justru mengenai tempat-tempat suci.

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali di Dinas Pemadam Kebakaran Gianyar, Kamis 1 Januari 2026, kebakaran tempat suci akibat pesta kembang api ini terjadi di dua lokasi di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, yakni milik Atat (50) yang terletak di Jalan Subak Pemungkul Utara dan milik Wayan Sri Sunari (50) di Jalan Raya Celuk.

Di rumah Atat, petugas Damkar mendapatkan laporan, Kamis 1 Januari 2026, pukul 02.40 Wita. 

Baca juga: Pemkab Karangasem Tambah Armada Damkar, Perkuat Respons Kebakaran hingga Pelosok

Dan petugas tiba di lokasi pada pukul 02.45 Wita. 

Adapun pokok yang terbakar berupa Pelinggih Rong Telu. 

Kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp 25 juta.

Sebelum melakukan penanganan di rumah tersebut, petugas Damkar juga telah melakukan penanganan di rumah Sri Sunari, tepatnya pukul 00.35 Wita, di Jalan Raya Celuk, Desa Celuk. 

Kebakaran tersebut menghanguskan 1 unit piasan atau tempat suci dengan luas 2 meter x 3 meter.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sementara kerugian belum bisa dipastikan. 

Kabid Damkar Gianyar, I Putu Pradana saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. 

Kedua tempat suci tersebut terbakar akibat percikan kembang api. 

"Tadi pas momen pergantian tahun, atau saat masyarakat menyalakan kembang api, kami mendapat dua laporan kebakaran tempat suci. Kedua kebakaran itu disebabkan oleh percikan kembang api," ujarnya.

Laporan pertama ialah kebakaran piasan di Jalan Raya Celuk. Di sana, lokasi piasan berada di lantai tiga. Beruntung pihaknya mendapatkan laporan dengan cepat, sebelum api merembet ke bagian bawah, sehingga dampak kerusakan bisa diminimalisir.

"Beruntung laporannya cepat, sehingga kami bisa segera menghalau api tidak merembet ke bagian lain," ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.