Warga Ngeyel, Kembang Api Tetap Menyala Bergantian di Langit Jakarta saat Malam Tahun Baru
January 01, 2026 01:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sudah melarang digelarnya pesta kembang api saat malam perayaan tahun baru 2026 di Jakarta.

Larangan menyalakan kembang api itu merupakan bentuk solidaritas terhadap para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November 2025 lalu.

Walaupun sudah ada larangan, kembang api pada kenyataannya tetap menyala di langit Jakarta, tepatnya di Bundaran HI, saat acara perayaan pergantian tahun, Kamis, (1/1/2026).

Berdasarkan pantauan Tribun Jakarta, kembang api itu dinyalakan secara bergantian oleh banyak warga ketika Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berada di atas panggung guna menghitung mundur detik-detik pergantian tahun.

Sesudah melihat kembang api yang menyala, presenter Okky Lukman yang saat itu menjadi pembawa acara mengimbau lagi warga supaya tidak menyalakan kembang api maupun petasan.

Dalam perayaan tahun baru 2026 di Bundaran HI, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar doa lintas agama dan pengumpulan donasi untuk korban bencana.

"Alhamdulilah data terbaru yang terkumpul sudah mencapai Rp 3 miliar," kata Pramono dari atas panggung.

MALAM TAHUN BARU – Ribuan warga mulai memadati panggung hiburan di depan Mal Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu malam (31/12/2025) menyambut malam tahun baru 2026. Penampilan penyanyi Tiara Andini menjadi pusat perhatian penonton, menambah riuh suasana pergantian tahun di Jakarta.
MALAM TAHUN BARU – Ribuan warga mulai memadati panggung hiburan di depan Mal Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu malam (31/12/2025) menyambut malam tahun baru 2026. Penampilan penyanyi Tiara Andini menjadi pusat perhatian penonton, menambah riuh suasana pergantian tahun di Jakarta. (Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami)

Larangan menyalakan kembang api

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta pernah mengatakan akan menerbitkan surat edaran (SE) larangan menyalakan kembang api pada malam pergantian tahun baru 2026.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh kegiatan yang memerlukan perizinan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta.

Pramono Anung mengatakan keputusan tersebut diambil dalam rapat internal dan diberlakukan di seluruh wilayah Jakarta.

Baca juga: Donasi Rp3,6 M untuk Korban Banjir Terkumpul saat Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta

"Tadi dalam rapat saya sudah memutuskan untuk wilayah seluruh Jakarta, baik yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta, kami meminta untuk tidak ada kembang api. Kami akan mengeluarkan surat edaran untuk hal tersebut," ujar Pramono Anung saat konferensi pers di Balai Kota Jakarta, dikutip dari Tribratanews.polri.go.id, Selasa, (23/12/2025).

Menurut Pramono, larangan menyalakan kembang api mencakup berbagai kegiatan di hotel, pusat perbelanjaan (mal), serta lokasi keramaian lainnya.

"Nanti akan ada SE Sekda. Tentunya kalau SE Sekda sudah keluar, orang-orang akan mentaatinya. Semua kegiatan yang memerlukan perizinan, baik di hotel, mal, maupun acara lainnya, kami minta tidak mengadakan kembang api," ungkapnya.

Kapolri: Mayoritas warga patuh

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan sebagian besar masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak menggunakan kembang api saat malam pergantian tahun 2026.

"Secara umum, sebagian besar masyarakat mematuhi untuk tidak melaksanakan kegiatan, khususnya dari pemerintah-pemerintah daerah terkait dengan penggunaan kembang api pada saat pergantian tahun," kata Sigit setelah kegiatan teleconference di Gedung Promoter, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu malam.

Sigit mengatakan dalam pemantauan dan laporan yang ada, masyarakat banyak yang menggelar kegiatan doa bersama hingga aktivitas penggalangan donasi.

"Banyak yang merayakan dengan kegiatan-kegiatan doa bersama. Mungkin juga ada di beberapa tempat yang ada stan-stan, namun juga banyak kegiatan untuk hal-hal yang bersifat donasi dan sebagainya," katanya.

Hal ini diprioritaskan semata-mata untuk memberikan empati kepada masyarakat yang mendapat musibah setelah menjadi korban bencana di Sumatera.

"Tentunya ini juga bagian dari empati kita terhadap saudara-saudara kita yang ada di Sumatera," tuturnya.

Di sisi lain, Sigit mengatakan soal cuaca ekstrem pada malam tahun baru. Dia mengaku sudah memberikan arahan kepada jajaranya untuk selalu melakukan koordinasi dengan BMKG.

Baca juga: Car Free Night Malam Tahun Baru, Satpol PP Usir PKL yang Berdagang di Bundaran HI Jakarta

"Terkait dengan potensi adanya cuaca ekstrem, kita tetap mengingatkan agar personel-personel yang ada di wilayah untuk tetap berkolaborasi TNI, Polri, Basarnas kemudian BNPB dan BMKG untuk melakukan langkah-langkah mitigasi apabila memang terjadi hal-hal yang kemudian perlu ada penanganan dan langkah-langkah evakuasi," katanya.

(Tribunnews/Febri/Rizki Sandi/Tribun Jakarta/Elga Hikari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.