TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Anjungan Pantai Manakarra, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (1/1/2026).
Usai menjadi pusat perayaan malam pergantian tahun 2026, ikon Kota Mamuju tersebut kini dipenuhi tumpukan sampah yang berserakan di berbagai sudut area publik.
Baca juga: Dermaga Sepanjang 200 Meter di Pantai Bahari Polman Rusak, Bahayakan Pengunjung
Baca juga: Tutup 2025 dengan Dzikir dan Doa Bersama, Gubernur SDK Tekankan Soal Keseimbangan Alam
Tumpukan Sampah Plastik dan Sisa Makanan
Pantauan Tribun-Sulbar.com, tumpukan sampah didominasi limbah rumah tangga hasil aktivitas warga malam sebelumnya.
Plastik pembungkus makanan, botol minuman sekali pakai, kotak styrofoam, dan sisa bungkusan makanan ringan memenuhi area maupun pinggir jalan.
Kondisi diperparah oleh air hujan yang membuat sampah tampak becek.
Di beberapa titik, sampah meluap dari tempat pembuangan sementara yang tidak mampu menampung volume limbah yang dihasilkan ribuan pengunjung.
Dampak Membeludaknya Pengunjung
Kondisi ini merupakan imbas dari membeludaknya warga yang memadati kawasan Pantai Manakarra pada Rabu (31/12/2025) malam.
Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Mamuju berkumpul untuk menyaksikan pesta kembang api dan merayakan detik-detik pergantian tahun.
"Semalam memang sangat ramai, ribuan orang tumpah ruah di sini. Sayangnya, kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya masih minim, ditambah kapasitas tempat sampah yang ada tidak sebanding dengan jumlah orang yang datang," ujar Masni, seorang warga di lokasi.
Lapak Pedagang dan Wahana Masih Berdiri
Selain sampah, sejumlah tenda pedagang dan wahana permainan anak masih berdiri di area anjungan. Kondisi ubin anjungan yang licin serta genangan air sisa hujan menambah kesan semrawut.
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi