Tutup 2025 dengan Dzikir dan Doa Bersama, Gubernur SDK Tekankan Soal Keseimbangan Alam
January 01, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menutup tahun 2025 dengan dzikir dan doa bersama, Rabu (31/12/2025).

Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Menggar, kompak hadir bersama panjatkan doa, sambut 2026.

Selain untuk keselamatan daerah, dzikir dan doa bersama tersebut juga dikhususkan untuk para korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, mengatakan, selain bentuk refleksi, dzikir dan doa bersama itu wujud solidaritas Sulbar terhadap sejumlah daerah terdampak bencana alam.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah di Sulbar

SDK menegaskan, bencana alam melanda Sumatera hendak menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Bencana ini tentu disebabkan oleh banyak faktor, termasuk bagaimana kita menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan kepentingan ekologi. Olehnya itu, dalam memimpin daerah, kita harus berhati-hati dalam berpikir dan mengelola pembangunan,”ujar Suhardi Duka.

Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi harus dibarengi mitigasi risiko dan upaya menjaga lingkungan agar keseimbangan alam tetap terjaga.

Gubernur juga mengungkapkan Pemprov Sulbar bersama enam pemerintah kabupaten, dengan dukungan masyarakat, telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana di tiga provinsi tersebut.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,278 miliar, dengan masing-masing provinsi menerima sekitar Rp428 juta.

“Bantuan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas masyarakat Sulbar terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi cobaan. Ini bukti Sulbar ikut merasakan penderitaan yang dialami saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai waktu refleksi, baik sebagai penyelenggara pemerintahan, pelaku usaha, akademisi, tokoh agama, maupun warga masyarakat.

“Kita perlu merefleksi kebijakan, keputusan, dan perilaku kita. Sejauh mana peran kita dalam membangun bangsa, membangun masyarakat, serta menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Ia berharap tahun mendatang menjadi lebih baik dengan mengevaluasi capaian tahun 2025 dan melanjutkan hal-hal positif.

Suhardi Duka menekankan, seluruh ikhtiar manusia tidak akan bermakna tanpa diiringi doa dan zikir kepada Allah SWT.

“Tidak ada manusia yang benar-benar kuat. Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa hanyalah Allah SWT. Oleh karena itu, selain usaha dan perencanaan yang lebih baik, kita harus menyertainya dengan doa dan zikir,” ujarnya.

Gubernur menutup sambutannya dengan mengajak seluruh jamaah untuk terus berdoa dan berzikir agar rencana yang telah disusun dikabulkan Allah SWT dan Sulawesi Barat senantiasa berada dalam lindungan-Nya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.