WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) sebagai pengelola kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) merespons keluhan masyarakat yang tidak kebagian tiket Planetarium Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM).
Head of SBU Taman Ismail Marzuki Jakpro, Anya A. Christiana pihaknya memutuskan penjualan tiket dilakukan secara offline dan online.
Dia menegaskan sistem ticketing Teater Bintang Planetarium Jakarta telah dirancang secara terintegrasi, transparan, dan berbasis kuota guna memastikan pengalaman menonton yang aman, nyaman, serta bebas dari praktik percaloan dan penipuan.
Skema ini diterapkan sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta untuk memberikan akses yang lebih adil kepada masyarakat.
Head of SBU Taman Ismail Marzuki Jakpro, Anya A. Christiana, menjelaskan bahwa seluruh mekanisme ticketing telah diatur berdasarkan kuota ketersediaan setiap show, sehingga tidak memungkinkan adanya penambahan penonton di luar jumlah tiket yang tersedia.
Sistem distribusi tiket Teater Bintang Planetarium telah kami atur secara ketat berbasis kuota.
Baca juga: Donasi Pemkot Bekasi untuk Korban Bencana di Sumatera Capai Rp 3,1 Miliar
"Tidak ada penambahan kapasitas di luar tiket yang tersedia, sehingga pengunjung yang memiliki tiket dapat menyaksikan pertunjukan dengan aman dan nyaman,” ujar Anya.
Anya menegaskan bahwa Loket.com merupakan satu-satunya platform resmi penjualan tiket secara daring, sementara pembelian langsung (On The Spot) hanya dapat dilakukan melalui loket resmi yang berada di Drop Off Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki.
"Sistem ini kami bangun untuk mencegah praktik calo, penipuan, maupun dugaan keterlibatan oknum tidak bertanggung jawab. Jakpro tidak bekerja sama.dengan pihak ketiga, perorangan, atau kanal tidak resmi dalam pendistribusian tiket,” ucapnya, Kamis (1/1/2026).
Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga menegaskan komitmennya dalam menjaga tata kelola ticketing Planetarium Jakarta agar tetap bersih dan akuntabel.
"Saya sudah pesan, wanti-wanti, enggak boleh ada calo,” ungkap Pramono.
Pramono sebelumnya memutuskan penerapan skema 50 persen penjualan online dan 50 persen penjualan on the spot setelah mendengar langsung keluhan masyarakat terkait tingginya minat pengunjung dan keterbatasan akses tiket daring yang kerap habis dalam waktu singkat.
Ia juga menegaskan akan dilakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan sistem tersebut.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Anya menyampaikan bahwa Jakpro tidak akan segan mengambil tindakan tegas, termasuk pembatalan tiket secara sepihak, apabila ditemukan indikasi transaksi yang melanggar ketentuan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk hanya membeli tiket melalui kanal resmi. Setiap pelanggaran terhadap sistem yang berlaku akan kami tindak sesuai ketentuan,” ujarnya.
Di sisi lain, Jakpro mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menjaga Planetarium Jakarta dan kawasan Taman Ismail Marzuki sebagai ruang publik dan pusat edukasi yang inklusif, aman, dan nyaman.
Planetarium Jakarta kini hadir dengan konsep baru berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang memungkinkan interaksi edukatif dengan pengunjung.
Transformasi ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi TIM sebagai ekosistem seni, budaya, dan pengetahuan yang modern dan terbuka bagi publik.
"Upaya perbaikan sistem dan layanan akan terus kami lakukan agar Planetarium Jakarta dapat menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang aman, nyaman, serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Anya.
Untuk informasi terkini terkait jadwal pertunjukan dan pembelian tiket Teater Bintang Planetarium, masyarakat dapat mengikuti media sosial resmi Taman Ismail Marzuki (@tim.cikini) serta akun resmi Jakpro. (m27)