TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Ramainya kunjungan wisatawan ke Lokawisata Baturraden pada libur Tahun Baru 2026 belum sepenuhnya sejalan dengan capaian pendapatan daerah yang ditargetkan.
Meski kawasan wisata di kaki Gunung Slamet itu dipadati wisatawan keluarga pada Kamis (1/1/2026), realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lokawisata Baturraden sepanjang 2025 tercatat tidak mencapai target.
Target PAD Lokawisata Baturraden 2025 dipatok sebesar Rp7 miliar, namun realisasi hanya mencapai sekitar Rp6,8 miliar atau 97,82 persen.
Koordinator Lokawisata Baturraden, Agus Riyanto, mengatakan hingga siang hari ini jumlah pengunjung telah menembus seribu orang.
Angka tersebut dinilai lebih baik dibandingkan hari sebelumnya yang diguyur hujan sejak pagi.
"Pengunjung sampai siang ini sudah cukup banyak, mencapai seribu orang lebih.
Hari ini cerah, jadi tidak terhalang hujan seperti kemarin," kata Agus kepada Tribunbanyumas.com.
Agus mengakui, puncak kunjungan wisatawan sebenarnya telah terjadi lebih awal, yakni Minggu (28/12/2025) dengan jumlah pengunjung lebih dari 3.000 orang dalam sehari.
Namun angka itu tetap lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat menembus lebih dari 4.000 pengunjung per hari.
"Kalau dibandingkan tahun lalu memang ada penurunan.
Puncak tertinggi tahun ini sekitar tiga ribu pengunjung," ujarnya.
Menurut Agus, salah satu penyebab menurunnya kunjungan ke Lokawisata Baturraden adalah semakin banyaknya destinasi wisata baru di kawasan sekitarnya.
Saat ini, terdapat sekitar 38 obyek wisata di wilayah Baturraden dan sekitarnya yang menjadi alternatif pilihan wisatawan.
"Lokawisata Baturraden sekarang bukan lagi tujuan utama.
Banyak wisata baru di sekitar sini.
Jadi kunjungan ke sini menurun, meskipun secara kawasan Baturraden tetap ramai," jelasnya.
Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan pengelola, meskipun tarif tiket masuk selama libur akhir tahun telah dinaikkan menjadi Rp25 ribu per orang sejak 20 Desember 2025.
Harga tersebut sudah termasuk akses ke kolam renang, water boom, pemandian air panas, sepeda air, hingga Taman Sendang Mulya.
Selain persaingan destinasi, pengelola juga mencatat adanya perubahan pola kunjungan wisatawan asal Jawa Barat.
Baca juga: Baturraden Diserbu Wisatawan Keluarga, Hangatnya Libur Tahun Baru di Kaki Gunung Slamet
Pasar rombongan pelajar SD, SMP, hingga perguruan tinggi asal Jawa Barat yang sebelumnya menjadi penyumbang kunjungan besar mulai berkurang.
"Kami kehilangan pasar dari anak SD, SMP sampai perguruan tinggi.
Biasanya mereka datang dalam jumlah besar.
Kondisi itu terpengaruh pada libur sekolah bulan Juli 2025," kata Agus.
Padahal, Baturraden pernah berada di masa kejayaan.
Pada 2014, Baturraden pernah mencatat lonjakan pengunjung hingga 41 ribu orang dalam sehari.
Meski target PAD belum tercapai, Baturraden tetap menjadi pilihan bagi wisatawan yang mencari suasana sejuk dan tenang.
Sejumlah wisatawan mengaku datang karena ingin menikmati udara pegunungan dan wahana alam yang tidak mereka temui di daerah asal. (jti)