Wisata Tanjung Duriat Jatigede Sumedang Banjir Pengunjung di Tahun Baru
January 01, 2026 05:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Di tengah lesunya kunjungan wisata di sejumlah destinasi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, objek wisata Tanjung Duriat di kawasan Waduk Jatigede justru mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan.

Pemilik Tanjung Duriat, Arif Respati, mengatakan peningkatan kunjungan paling terasa justru terjadi pada puncak libur Tahun Baru, Kamis (1/1/2026). Hingga pukul 13.30 WIB, jumlah wisatawan yang datang sudah mencapai sekitar 4.000 orang dan terus bertambah.

“Kalau dibandingkan hari-hari biasa memang ada peningkatan, tapi khusus tahun ini puncaknya justru di tanggal 1 Januari. Sekarang baru siang sudah 4.000 pengunjung,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, dibandingkan momen libur Natal dan Tahun Baru tahun sebelumnya, kunjungan tahun ini mengalami kenaikan meski tidak terlalu mencolok. 

Pada 25 Desember 2025 lalu, jumlah pengunjung tercatat di kisaran 1.700 orang. Sementara pada hari biasa di luar masa liburan, kunjungan umumnya hanya sekitar 700 hingga 1.000 orang per hari.

Baca juga: Pengunjung Kampung Karuhun Sumedang Turun 40 Persen di Momen Tahun Baru 2026

Tingginya animo wisatawan ke Tanjung Duriat juga dipengaruhi sejumlah faktor pendukung, mulai dari waktu libur yang berdekatan dengan akhir pekan hingga kondisi cuaca yang cerah. 

Selain itu, kondisi air Waduk Jatigede saat ini sedang terisi optimal, menutup area yang sebelumnya kering saat musim kemarau dan menghadirkan panorama yang lebih menarik.

“Sekarang air waduk terisi, cuaca juga mendukung, jadi pengunjung betah berlama-lama,” katanya.

Dari sisi wahana, Tanjung Duriat menawarkan beragam pilihan yang menjadi daya tarik pengunjung. Anak-anak banyak memburu wahana mobil mini dan skuter, sementara pengunjung dewasa cenderung memilih glass deck dan ayunan. Di kawasan wisata ini juga terdapat ikon miniatur Menara Eiffel.

Tanjung Duriat juga menghadirkan fasilitas baru berupa area perkemahan. Namun, pada momen libur kali ini pengelola tidak menggelar hiburan khusus seperti live music, sehingga aktivitas kemah lebih didominasi oleh kegiatan keluarga.

“Tidak ada event khusus, yang kemah hanya mereka yang acara keluarga saja,” ujar Arif.

Wisatawan yang datang berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kota Bandung, Majalengka, Indramayu, Cirebon, hingga Bekasi, dengan dominasi pengunjung dari Bandung dan wilayah Ciayumajakuning.

Harga tiket masuk dipatok Rp20.000 pada hari biasa dan Rp25.000 saat akhir pekan.

Selain menikmati panorama dan wahana, pengunjung juga dapat menikmati fasilitas kafe serta kuliner dari pelaku UMKM masyarakat sekitar, seperti sajian liwet dengan cita rasa khas dan harga yang terjangkau.

“UMKM lokal ikut bergerak, jadi dampaknya juga dirasakan masyarakat,” katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.