TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo –Memasuki Tahun 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menyoroti sejumlah catatan kinerja pemerintahan sepanjang 2025 sebagai bahan evaluasi dan pijakan perbaikan ke depan.
Sorotan tersebut disampaikan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dalam momentum dzikir dan doa bersama yang digelar Pemprov Gorontalo menjelang pergantian tahun. Kegiatan itu dimaknai sebagai ruang refleksi bersama, baik secara pribadi maupun dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Kehadiran kita punya niat yang sama, yakni merefleksikan perjalanan kita sepanjang tahun 2025,” ujar Gusnar.
Menurutnya, satu tahun perjalanan pemerintahan tidak hanya diwarnai keberhasilan, tetapi juga menyisakan sejumlah kekurangan dan target yang belum sepenuhnya tercapai.
“Selain keberhasilan, tentu masih ada kekurangan dan target yang belum sepenuhnya tercapai,” katanya.
Baca juga: AS Bantah Klaim Rusia soal Drone Ukraina ke Rumah Putin, Tudingan Dinilai Upaya Gagalkan Perdamaian
Meski demikian, Gusnar menilai secara umum penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Gorontalo sepanjang 2025 berjalan dengan baik. Berbagai tantangan dan hambatan, kata dia, dapat dilalui bersama hingga memasuki tahun kerja 2026.
“Alhamdulillah, perjalanan pemerintahan di tahun 2025 berlangsung lancar. Walaupun ada hambatan, kita bisa melewatinya dengan berbagai catatan keberhasilan,” ucapnya.
Gusnar juga menyinggung masa awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah yang sempat diwarnai ketidakpastian. Ia mengingatkan bahwa pada awal periode tersebut, situasi politik dan pemerintahan masih belum sepenuhnya stabil.
“Kalau kita refleksi tahun kemarin, suasana seperti ini belum tentu kita alami. Saat itu masih ada keraguan apakah pelantikan jadi atau tidak,” ujarnya.
Namun, proses pelantikan akhirnya berjalan dan roda pemerintahan dapat berlangsung hingga akhir 2025.
Gubernur Gusnar menegaskan bahwa berakhirnya tahun kalender tidak menghentikan aktivitas pemerintahan. Hingga hari terakhir 2025, pelayanan dan kerja pemerintahan tetap berjalan, termasuk rapat bersama tim dari Kementerian Pertanian terkait survei lapangan di sejumlah wilayah Provinsi Gorontalo.
Survei tersebut dilakukan di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Bone Bolango, atas arahan Menteri Pertanian dan perintah Presiden Republik Indonesia.
Menurut Gusnar, hal itu menunjukkan bahwa tanggung jawab pelayanan dan pembangunan tetap berjalan meskipun tahun anggaran dan kalender telah berganti.
Dzikir dan doa bersama yang menjadi agenda rutin Pemprov Gorontalo setiap akhir tahun dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengajak masyarakat melakukan introspeksi, memperkuat nilai spiritual, serta memanjatkan doa demi keselamatan dan kemajuan daerah.
Melalui momentum tersebut, Pemprov Gorontalo mengajak seluruh elemen masyarakat menutup perjalanan 2025 dengan refleksi dan memasuki 2026 dengan semangat kebersamaan serta komitmen perbaikan ke depan. (*)