Laporan Wartawan TribunGayo Fikar W. Eda I Aceh Tengah
TribunGayo.com, Takengon - Memasuki 1 Januari 2026, lebih dari sebulan pascabencana banjir dan longsor melanda Aceh Tengah, kondisi di sejumlah wilayah masih memerlukan perhatian serius.
Akses transportasi di beberapa titik belum pulih sepenuhnya.
Bahkan, masih ada warga yang harus bergantung pada tali sling untuk menyeberang, karena sarana penghubung belum layak dilalui kendaraan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dalam ceramah Subuh di Masjid Ruhama Takengon, Kamis (1/1/2026), sebagai pengingat bahwa pemulihan pascabencana adalah tanggung jawab bersama dan membutuhkan kepedulian berkelanjutan dari semua pihak.
Bupati Haili Yoga, menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan jembatan di kawasan terdampak, khususnya di Kecamatan Linge dan Bintang.
Hal tersebut telah disampaikan langsung kepada Panglima TNI sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan.
“Masih ada wilayah yang membutuhkan perhatian ekstra. Bahkan, untuk kasus darurat, ada warga sakit yang harus dijemput menggunakan helikopter. Ini semua berkat kehadiran dan kepedulian para relawan,” ujar Haili.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan yang datang dari berbagai daerah dan bekerja tanpa lelah di lokasi bencana.
Kehadiran mereka dinilai sangat membantu warga dalam kondisi sulit, terutama di daerah yang masih terisolasi.
Perkembangan positif mulai terlihat. Jalan dari Isak menuju Ise-Ise kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.
Hingga saat ini, sepuluh desa telah terbuka aksesnya, sementara tiga desa lainnya masih terus diupayakan agar segera terbebas dari isolasi.
Selain itu, pembangunan hunian sementara telah dimulai di beberapa desa di Kecamatan Ketol, termasuk langkah relokasi bagi warga yang terdampak paling parah.(*)
Baca juga: Relawan Unpad Bandung Tembus Medan Sulit untuk Bantu Korban Banjir Aceh Tengah
Baca juga: Arus Lalu Lintas Takengon-Blangkejeren Sudah Bisa Dilintasi Semua Jenis Kendaraan Pascabencana