Relawan Unpad Bandung Tembus Medan Sulit untuk Bantu Korban Banjir Aceh Tengah
January 01, 2026 04:54 PM

Laporan Wartawan Tribungayo.com Bustami | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON – Sisa lumpur yang mengering masih membekas di Dataran Tinggi Gayo pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Tengah.

Di tengah akses yang sulit dan duka yang belum usai, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung hadir membawa secercah harapan bagi para penyintas.

Relawan yang tergabung dalam tim tanggap darurat Unpad 2025 rela meninggalkan kenyamanan di Jawa Barat demi berdiri bersama warga Aceh Tengah.

Karena bagi mereka, setiap detik sangat berharga untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.

Fokus utama tim kali ini adalah menyisir wilayah terdampak di Kecamatan Bintang.

Tanpa waktu lama untuk beristirahat, tim langsung bergerak membelah udara dingin pegunungan menuju titik-titik pengungsian.

Bantuan Pangan dan Layanan Kesehatan.

Perwakilan Unpad, Muhammad Omar Bastari, menjelaskan bahwa timnya telah menyalurkan 70 paket sembako untuk warga di Kampung Kala Bintang dan Desa Ginuren.

"Wilayah ini sempat terisolasi, jadi pangan menjadi prioritas utama. Kami menyalurkan beras, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya untuk memastikan nutrisi warga terjaga selama masa pemulihan," ujar Omar kepada TribunGayo.com, Kamis (1/1/2026).

Selain pangan, tim medis Unpad juga mendirikan posko pengobatan gratis di SMPN 27 Takengon. Tak hanya menunggu di posko, petugas medis juga melakukan jemput bola dengan mendatangi warga di Kampung Talpam untuk mengantisipasi penyakit pascabencana.

Sementara untuk mendukung kebutuhan logistik, Unpad mendirikan posko koordinasi dan dapur umum di area Polsek Bintang. 

Setiap harinya, dapur ini memproduksi puluhan porsi makanan siap saji bagi pengungsi dan petugas lapangan.

Kehadiran relawan asal Bandung ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas lintas pulau tetap kuat. Mereka tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral bagi warga Gayo.

"Kami datang bukan sekadar membawa logistik, tapi membawa hati, Melihat senyum warga saat menerima bantuan adalah balasan yang jauh lebih dari cukup atas perjalanan ribuan kilometer yang kami tempuh," ungkap Omar.

Pulang dengan Kenangan dan Pelajaran

Setelah hampir sepekan mengabdi di Aceh Tengah dan masa tugas dinyatakan selesai, para relawan bersiap kembali ke Jawa Barat dengan membawa sejuta kenangan. 

Mereka pulang dengan cerita tentang ketangguhan warga Aceh Tengah yang tetap teguh meski dihantam cobaan berat.

"Meskipun waktu kami terbatas, misi ini bukan hanya tentang apa yang kami berikan, tetapi tentang apa yang kami pelajari dari keberanian dan ketabahan masyarakat Aceh Tengah," pungkasnya.

Sementara personel relawan yang terlibat masing-masing terdiri 7 orang dari Unit SAR Unpad, Ners 3 orang dan Resimen mahasiswa mahawarman batalyon II Unpad 2 orang.

Sementara dari pihak birokrasi Universitas masing-masing Dr.Sc. Yoga Andriana Sendjadja, S.T., M.Sc.sebagai ketua tim.

Lalu Ferry Parsaulian Pakpahan, S.S., M.Hum jabat sebagai koordinator lapangan, dan Irfan Zidni , S.Pi., MP., Ph.D. sert Hammad Zahid Muharram, M.Psi, Psikolog sebagai anggota.(*)

Baca juga: Akses Blangkejeren–Kutacane Kembali Lumpuh Total, Longsor Melanda di Sejumlah Titik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.