TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Kabupaten Wonosobo mencatat sejumlah capaian penting dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan vital sepanjang tahun 2025.
Salah satu proyek yang dikerjakan adalah pembangunan Jembatan Kali Paat di ruas 271 Lingkar Selatan Kertek, yang kini terdiri dari dua jembatan vital, Kalipaat I dan Kalipaat II, yang akan menjadi akses baru bagi kendaraan.
Setelah konstruksi dasar selesai di tahun 2025, DPUPR akan melanjutkan tahapan akhir berupa pengaspalan sepanjang 400 meter pada tahun 2026.
Baca juga: Penumpang Bus Bisa Cek Kesehatan Gratis di Terminal Mendolo Wonosobo
Baca juga: Bupati Afif Ajak Muhasabah, Wonosobo Tutup Tahun 2025 dengan Selawatan di Alun-Alun
“Tahun 2025 jembatan dan badan jalan kita selesaikan. Tahun 2026 tinggal mengaspal 400 meter,” Kepala DPUPR Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, Kamis (1/1/2026).
Ia berharap pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kertek dapat selesai tepat waktu sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya saat arus mudik 2026.
Dalam Refleksi Kinerja Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Rabu (31/12/2025) juga disampaikan sejumlah capaian infrastruktur tahun 2025.
Selain pembangunan jembatan baru, rehabilitasi jalan juga menjadi fokus di tahun 2025.
Perbaikan ruas 088 Rake Kayuwangi Rejosari-Sikatok sepanjang 600 meter serta peningkatan jalan Tanjungsari-Marongsari sepanjang 1,25 kilometer telah rampung, dan menjadi akses penting wisata Wonosobo.
Penanganan longsor di segmen Jengkol-Tlogo sepanjang 720 meter juga telah dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan perjalanan dan akses warga menjadi lancar.
Sejumlah jembatan lainnya juga diperbaiki atau diganti, seperti Jembatan Kalikongkong di Sitiharjo-Wonokromo sepanjang 1,13 kilometer dan Jembatan Gunturmadu di Mojotengah sepanjang 80 meter.
Pembangunan jalan baru, termasuk Jalan Lingkar Sumbing di Desa Bowongso sepanjang 3,46 kilometer, turut membuka akses lebih luas bagi masyarakat setempat.
Dengan meningkatkan kualitas infrastruktur ini ke depannya dapat memperlancar konektivitas antarwilayah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Peningkatan sarana transportasi diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun efisiensi perjalanan. (ima)