Pengunjung Kecele, Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang Masih Ditutup
January 01, 2026 04:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Libur Tahun Baru biasanya identik dengan destinasi wisata dipadati pengunjung. Namun pemandangan berbeda terlihat di objek wisata baru Jembatan Kaca Tinjomoyo, yang berada di kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (1/1/2026).

Objek wisata adrenalin tersebut terpantau masih tutup dengan pagar jembatan yang digembok.

Di tengah tutupnya tempat wisata baru itu, beberapa pengunjung tampak berdatangan. Mereka hanya bisa melihat dari dekat tanpa bisa menjajal sensasi wisata adrenalin yang ditawarkan.

Baca juga: Leo Bandar Sabu Asal Banyumanik Semarang Dimiskinkan, Total Aset Rp3,16 Miliar Hasil TPPU

• Sopir Diduga Alami Microsleep, Xpander Tabrak Truk di Tol Pemalang, Satu Balita Tewas

• Pilu Dasimah Ajak Anak-Cucu Mengungsi dari Banjir Tegal, Air Masih Masuk Rumah

Jembatan Kaca Tinjomoyo diketahui telah melakukan soft opening pada Oktober 2025. 

Jembatan Kaca Tinjomoyo sebelumnya juga diinformasikan bahwa mulai Januari 2026, objek wisata ini bisa dinikmati wisatawan dengan tarif tiket masuk Rp15.000 per orang.

Pada awal tahun ini, akses ke jembatan rupanya masih dibatasi.

Pengunjung datang sekadar diperbolehkan melihat dari dekat keberadaan jembatan kaca.

Pantauan Tribunjateng.com di lokasi, pengunjung hanya diperbolehkan berada di sekitar area jembatan dan sekitar sungai tanpa bisa menaiki atau melintasinya.

Petugas juga tampak berjaga untuk memastikan tidak ada wisatawan yang melanggar pembatasan tersebut.

Satu di antara pengunjung, Adinda Dwi Pratiwi (18) datang bersama rekannya hanya untuk sekadar melihat-lihat.

Mahasiswi asal Pati yang kini menempuh pendidikan di Semarang itu memilih Tinjomoyo sebagai tujuan liburan karena ingin mencari ketenangan.

"Sebenarnya ingin healing-healing saja, karena suntuk juga di asrama dan tugas kuliah banyak, mau UAS juga," ujar Dinda.

Menurutnya, kawasan wisata alam terasa lebih nyaman dibandingkan destinasi populer di pusat kota Semarang seperti Kota Lama atau Simpang Lima yang cenderung padat pengunjung.

"Kalau di Kota Lama, Simpanglima itu pasti banyak orang. Jadi kami mau mencari suatu ketenangan itu pasti susah gitu. Kalau di sini, bisa tenang," ungkapnya.

Baca juga: 2 Aktivis Semarang Dera dan Munif Ditangguhkan, Kapolrestabes: Kasus Terus Bergulir

• Cari Durian Lokal Kudus Bergaransi dan Murah? Buruan Datang ke Pondok Bu Yati Kampung Pelang

• Duka Endah Warga Tuntang Semarang, Rumah Diterjang Banjir Lumpur, Empati Perusahaan Minim

Meski belum bisa naik ke jembatan kaca, Dinda menilai wahana tersebut terlihat cukup menantang adrenalin.

"Kayaknya serem, tapi seru juga. Soalnya kayak tertantang gitu," ucapnya sambil tersenyum.

Mengenai akses menuju lokasi, dia juga cukup menantang karena jalannya naik-turun dan agak curam.

"Dari tempat kami ke sini tempatnya naik turun dan agak curam sedikit. Jadi kayak takut, was-was gitu," tuturnya.

Sebagai pengunjung, Dinda berharap ke depan kawasan wisata Jembatan Kaca Tinjomoyo bisa lebih tertata. Mulai dari kebersihan lingkungan, penataan pedagang, hingga area parkir yang rapi.

"Tadi saya lihat penjual masih mencar-mencar. Harapannya nanti bisa lebih tertata supaya pengunjung juga nyaman," katanya.

Pengunjung lain, Yasmin Kamilia (18) asal Salatiga mengatakan, kawasan tersebut menjadi alternatif wisata alam yang sejuk dan jauh dari keramaian kota.

"Bagus sih. kayaknya juga asri," ungkapnya sembari melihat area sekitar jembatan berwarna merah itu.

Dia mengatakan, wisata alam di area itu juga menjadi pelarian melepas penat sembari bermain air.

"Kalau naik ke jembatan kaca masih belum boleh," ungkapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.