TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Direktur Jenderal Sayuran, Pangan, dan Obat Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sanusi mengatakan, produksi komoditas bawang merah di Jawa Tengah pada 2024 mencapai 607.897 ton.
Capaian itu merupakan akumulasi dari luas tanam sekira 53.184 hektare dengan luas panen 52.241 hektare, serta produktivitas rata-rata 11,64 ton per hektare.
Agung menyebut, dari jumlah itu, Kabupaten Kendal menyumbang kontribusi sebesar 4,641 persen atau sekira 25.166 ton pasokan bawang merah.
Baca juga: Menko Zulhas Sebut Harga Pangan di Kendal Terendah Nasional: Stoknya Melimpah
• Benny Karnadi Bicara Ekonomi Kendal: Pertumbuhan Tinggi tapi Banyak Warga Miskin
"Ini merupakan capaian yang luar biasa."
"Jawa Tengah menjadi salah satu tulang punggung produksi bawang merah nasional."
"Kabupaten Kendal menempati peringkat keempat sebagai sentra produksi bawang merah di Jawa Tengah," katanya, Rabu (31/12/2025).
Berdasarkan data pertanaman bawang merah pada 2024, Kabupaten Kendal memiliki luas tanam mencapai 2.761 hektare dan luas panen 2.553 hektare, dengan total produksi 25.166 ton serta produktivitas rata-rata mencapai 9,86 ton per hektare.
Capaian ini menempatkan bawang merah Kendal sebagai komoditas unggulan yang mampu bersaing dengan bawang merah lain di Jawa Tengah.
Menurut Agung, sebagai salah satu wilayah penyangga di Jawa Tengah, Kendal mampu menjaga harga bawang merah tetap stabil dengan pasokan yang melimpah.
"Ini menjadi bentuk apresiasi Kementerian Pertanian karena Kendal mampu menjadi barometer dalam menjaga stabilitas produksi dan harga,” sambungnya.
Dia menerangkan, salah satu strategi utama menjaga stabilitas harga adalah dengan menyeimbangkan pasokan antara daerah surplus dan daerah defisit.
Baca juga: Miris, Sungai Kendal Kembali Dipenuhi Sampah, Nyangkut di Bawah Jembatan
• Tak Ada WFA, Pemkab Kendal Perketat Cuti ASN Selama Nataru, Ini Alasannya
Agung menilai, Kabupaten Kendal sebagai daerah surplus bawang merah, yang terus didorong untuk memperkuat kerja sama antardaerah melalui skema business to business.
Saat ini, Kendal telah menjalin kerja sama antardaerah dengan Kabupaten Magelang dan Provinsi Kalimantan Tengah.
"Kami yakin daerah surplus seperti Kendal dapat memasok kebutuhan daerah yang defisit agar pasokan dan harga tetap terjaga,” imbuhnya.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, sentra budidaya bawang merah di Kendal tersebar di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Ringinarum, Ngampel, Pegandon, Weleri, dan Gemuh.
Bupati yang akrab disapa Tika itu optimis, Kendal akan terus menjadi penghasil bawang merah skala besar dengan potensi dan kualitas produk yang kompetitif.
"Kabupaten Kendal merupakan salah satu penghasil bawang merah utama di Jawa Tengah dan itu telah diakui oleh Kementerian Pertanian sebagai daerah penyangga komoditas bawang," paparnya.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemkab Kendal juga turut membangun bangsal bawang merah serta pembentukan paguyuban petani untuk menjaga kestabilan pasokan.
"Ketika harga stabil, hasil panen bisa langsung dipasarkan."
"Namun saat harga turun, bawang merah dapat disimpan di koperasi yang memiliki gudang berkapasitas hingga 200 ton, lalu dilepas kembali ketika harga membaik,” tandasnya. (*)