Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Hari pertama tahun 2026 dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur.
Sejumlah objek wisata di Kabupaten Rejang Lebong pun ramai dipadati pengunjung, baik dari dalam daerah maupun luar kabupaten.
Tingginya antusiasme masyarakat tersebut berdampak pada meningkatnya mobilitas kendaraan.
Di beberapa titik wisata, arus lalu lintas terpantau padat hingga menyebabkan kemacetan.
Kendaraan terlihat mengular sepanjang beberapa meter, terutama di jalur menuju kawasan wisata favorit.
Beberapa lokasi yang mengalami kepadatan di antaranya Wisata Tebing Suban, Wisata Pendowo Lima, Danau Mas Harun Bastari, serta sejumlah objek wisata lainnya di Rejang Lebong.
Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak, membenarkan adanya peningkatan aktivitas kendaraan selama libur Tahun Baru 2026.
Peningkatan tersebut mulai terjadi sejak beberapa hari lalu, bertepatan dengan libur akhir tahun.
Lonjakan kunjungan wisatawan ini juga diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir masa libur Tahun Baru 2026.
“Iya benar, terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah kawasan wisata. Hal ini karena banyaknya masyarakat yang memanfaatkan momen libur tahun baru untuk berwisata,” jelas Sinar kepada TribunBengkulu.com pada Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Polres Rejang Lebong melalui Satlantas telah menurunkan personel ke lapangan.
Langkah tersebut dilakukan guna membantu pengaturan lalu lintas agar kemacetan tidak semakin parah.
“Personel Satlantas sudah disiagakan dan turun langsung ke lokasi-lokasi wisata untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta membantu penguraian kemacetan,” jelasnya.
Sinar juga mengimbau masyarakat yang tengah berlibur agar tetap mengutamakan keselamatan.
Selain itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan di Pos Pelayanan maupun Pos Pengamanan apabila mengalami kendala atau membutuhkan bantuan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati saat berkendara, patuhi aturan lalu lintas, dan tetap waspada saat berada di lokasi wisata,” pesannya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Lubuklinggau, Prama, mengatakan kemacetan hanya terjadi di beberapa titik tertentu.
“Kami datang bersama keluarga dari Lubuklinggau. Memang macet, tapi hanya di titik-titik tertentu saja,” kata Prama.
Menurutnya, salah satu penyebab kemacetan adalah area parkir kendaraan yang memakan badan jalan di kawasan wisata.
“Mudah-mudahan ke depan bisa ditata lagi, terutama parkir kendaraan supaya tidak sampai menggunakan jalan. Itu yang bikin macet,” harapnya.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini