Ankara (ANTARA) - Turki memberlakukan perjalanan bebas visa kepada warga negara China pemegang paspor biasa untuk pariwisata dan transit, menurut sebuah keputusan presiden yang diterbitkan dalam berita negara Turkiye pada Rabu (31/12).

Di bawah peraturan baru tersebut, yang ditandatangani Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pelancong China akan dibebaskan dari persyaratan visa untuk masa tinggal hingga 90 hari dalam periode 180 hari. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 2 Januari.

Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat perdagangan dan pariwisata antara kedua negara. Keputusan itu diambil menyusul lonjakan signifikan kedatangan (pengunjung) dari China, yang menjadi salah satu pasar pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di Turkiye.

Menurut data resmi Turki, jumlah pengunjung asal China ke Turki naik 65,1 persen secara tahunan (year on year) pada 2024 menjadi sekitar 410.000 orang, didukung oleh peningkatan konektivitas penerbangan dan ketertarikan terhadap situs-situs warisan budaya Turki.