TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Pengumuman hasil donasi untuk korban bencana alam di Sumatera menjadi bagian penting dalam Pentas Musik Akhir Tahun 2025 di Alun-alun Klaten, Rabu (31/12/2025) malam.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan langsung total donasi yang terkumpul selama tiga pekan terakhir melalui Korpri Klaten.
“Kami umumkan hasil donasi yang sudah 3 minggu ini kita gelar di Kabupaten Klaten,” ujar Hamenang membuka pengumuman.
Ia menyebut, donasi yang terkumpul pada malam pergantian tahun mencapai Rp 11.157.532.
“Yang pertama untuk malam ini saja Alhamdulillah donasi dari seluruh semuanya terkumpul Rp 11.157.532,00,” katanya.
Jumlah tersebut kemudian digabungkan dengan donasi yang telah dihimpun sebelumnya.
“Alhamdulillah, sehingga di total dengan donasi 3 minggu kemarin totalnya Rp 1.979.289.922,00,” ucap Hamenang.
Di atas panggung, Hamenang berdiri bersama Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto, Forkopimda, serta jajaran pejabat Pemkab Klaten.
Sejumlah pejabat tampak menengadahkan tangan saat doa bersama dipimpin, sementara layar LED di belakang mereka menampilkan visual kawasan terdampak bencana saat memanjatkan doa untuk warga yang terdampak bencana khususnya di Sumatera.
Baca juga: Sambut 2026, Bupati Hamenang Minta Doa Warga untuk Percepatan Pembangunan Klaten
Hamenang menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat Klaten.
“Terima kasih Mas Wakil Bupati, rekan-rekan Forkopimda dan seluruh warga masyarakat Kabupaten Klaten yang sudah berempati kepada saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera,” ujarnya.
Ia berharap donasi tersebut memberi manfaat bagi korban bencana.
“Insyaallah ini bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di Aceh dan Sumatera... Amin,” katanya.
Dari sisi penonton, ribuan warga memenuhi area alun-alun. Wajah-wajah serius dan penuh empati tampak jelas di barisan depan, menciptakan suasana reflektif di tengah konser musik.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Klaten tidak menyalakan kembang api sebagai penanda pergantian tahun.
Kebijakan itu diambil sebagai bentuk empati atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Pentas musik tetap berlangsung meriah, namun pengumuman donasi menjadi penanda bahwa malam tahun baru di Klaten tidak hanya dirayakan dengan hiburan, tetapi juga kepedulian sosial. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)