TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Sedikitnya 70 tenaga kesehatan (nakes) honorer di Puskesmas Topore, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terpaksa berhenti bekerja di awal tahun Januari 2026.
Salah satu tenaga kesehatan, NH (33), mengungkapkan bahwa pemberhentian tersebut mengakhiri masa pengabdiannya setelah sekitar 10 tahun melayani masyarakat di wilayah tersebut.
Menurut NH, keputusan tersebut menimbulkan ketidakpastian bagi para tenaga kesehatan honorer, mengingat sebagian besar dari mereka telah mengabdi selama bertahun-tahun dan memiliki tanggungan keluarga.
Baca juga: Alfamart di Makassar Dilalap Api Saat Pergantian Tahun Baru
Baca juga: Sabar Ya, Scorpio dan Virgo Diprediksi Hadapi Hari Berat di Awal Januari 2026
“Sebagian besar dari kami sudah lama mengabdi, bahkan ada yang sampai 16 tahun. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah,” ujar NH saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com melalui pesan Facebook, Kamis (1/1/2026).
Selain NH, puluhan tenaga kesehatan honorer lainnya di Puskesmas Topore juga mengalami hal serupa.
Hingga kini, belum ada kejelasan terkait pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu (PW) bagi tenaga honorer di Kabupaten Mamuju.
Momen perpisahan para tenaga kesehatan tersebut sempat beredar di media sosial.
Dalam sebuah video, terlihat para nakes berpamitan dengan Kepala Puskesmas Topore pada hari terakhir bertugas.
Para tenaga kesehatan honorer berharap Pemerintah Kabupaten Mamuju dapat mengambil kebijakan yang memberikan kepastian status kepegawaian, sebagaimana yang telah diterapkan di sejumlah kabupaten lain di Sulawesi Barat melalui skema PPPK Paruh Waktu.(*)