Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Realisasi angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ( Nataru )di lintasan Bakauheni-Merak menunjukkan tren kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Data kumulatif ASDP Bakauheni hingga H+6 tepatnya pada Kamis (1/1/2026) pagi, menunjukkan total penumpang yang menyeberang mencapai 463.814 orang, naik 11 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 yang berjumlah 416.375 orang.
Peningkatan ini juga diikuti oleh naiknya jumlah trip kapal sebesar 7 persen, dari 1.422 trip di tahun 2024 menjadi 1.521 trip di tahun 2025.
Kenaikan signifikan tidak hanya terjadi pada sektor penumpang, tetapi juga pada kendaraan logistik.
Tercatat, jumlah truk yang menyeberang juga mengalami kenaikan 13 persen dibandingkan tahun lalu, yakni dari 39.217 unit menjadi 44.146 unit.
Sementara, kendaraan roda empat pribadi mengalami kenaikan tipis sebesar 2 persen dibandingkan periode Nataru 2024.
General Manager (GM) ASDP Bakauheni, Partogi Tamba menuturkan, pertumbuhan angka ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat serta aktivitas distribusi barang selama masa libur panjang.
"Secara tahunan, produksi penumpang naik 11 persen dari 416.375 orang menjadi 463.814 orang, sementara untuk kendaraan truk juga mengalami kenaikan 13 persen dibandingkan tahun 2024," ujar Partogi Tamba.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga mencatat sebanyak 62.174 orang penumpang asal Pulau Jawa masih berada di wilayah Sumatera.
Berdasarkan data rekapitulasi hingga 1 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, puluhan ribu orang tersebut merupakan bagian dari 13 persen total penumpang yang menyeberang dari Merak namun belum melakukan perjalanan kembali ke Pulau Jawa.
Tercatat, kategori kendaraan roda dua atau motor, tercatat sebanyak 6.235 unit atau 48 persen dari total sepeda mudik yang masuk ke Sumatera selama periode Nataru belum kembali ke Pulau Jawa.
Tren serupa juga terlihat pada sektor kendaraan roda empat atau mobil pribadi yang belum menyeberang kembali menuju pulau jawa pelalui Bakauheni.
Selama periode yang sama, terdapat selisih sebanyak 14.558 unit mobil atau setara 15 persen dari total kendaraan roda empat yang tercatat masuk ke Lampung sejak awal masa angkutan Natal dan Tahun Baru.
Jika dikalkulasi secara menyeluruh, total kendaraan yang belum kembali ke Pulau Jawa mencapai 20.793 unit.
Selisih angka ini mencakup berbagai jenis kendaraan, mulai dari motor, mobil pribadi, bus, hingga truk logistik, yang secara kumulatif menunjukkan persentase belum kembali sebesar 18,7 persen.
Partogi Tamba menegaskan, data selisih ini menjadi acuan dalam mengantisipasi kepadatan arus balik.
"Penumpang yang belum kembali sebesar 13 persen atau sebanyak 62.174 orang.
Sementara untuk kendaraan, roda empat yang belum kembali sebesar 15 persen atau 14.558 unit, sedangkan untuk roda dua mencapai 48 persen atau 6.235 unit," ungkap Partogi Tamba, Kamis (1/1/2026).
Pihak ASDP terus mengimbau pengguna jasa untuk mengatur jadwal kepulangan guna menghindari penumpukan di dermaga pada puncak arus balik mendatang.
Di samping itu, ASDP juga mengerahkan sebanyak 35 armada selama Nataru 2025/2026 untuk mengantisipasi kepadatan saat puncak arus balik.
( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )