Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Desa Sorue Jaya Konawe Capai 98 Persen, Buka Peluang Usaha
January 01, 2026 10:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 98 persen.

"Progresanya sudah 98 persen, tinggal finishing," kata Kontraktor Proyek, Ruri saat diwawancarai TribunnewsSultra.com, Kamis (1/1/2026) petang.

Ruri mengatakan, pembangunan KNMP Desa Sorue Jaya di atas lahan dua hektare ini terdiri dari 26 bangunan fisik dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

Ke-26 bangunan fisik tersebut antara lain Kantor Syahbandar, Kantor Pengelola, Kantor Pertemuan, Gedung Kuliner Tipe A, dan Gedung Kuliner Tipe B.

Shelter Perbaikan Jaring, Bengkel, Kantor Perbekalan, Shelter Coolbox, Cold Storage, Pabrik Es, Docking Kapal.

Baca juga: Gubernur Andi Sumangerukka Alokasikan Rp50 Juta per Rumah untuk Kampung Nelayan di Sulawesi Tenggara

Gerbang, pos satpam, tempat penurunan ikan, delapan gazebo, dua toilet umum, serta satu tempat pembuangan sampah.

Sementara fasilitas lainnya meliputi drainase, jalan lingkungan beton dan paving, parkiran multiguna, ruang terbuka hijau, lampu penerangan, serta listrik 70 ribu kwh lebih.

"KNMP ini jadi satu-satunya yang terluas dan terlengkap di Indonesia, target rampung 100 persen tanggal 10 Januari nanti," jelasnya.

6 KNMP Dibangun di Sulawesi Tenggara

Sebanyak enam KNMP, program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan dibangun di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Baca juga: 6 Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan di Sulawesi Tenggara, Setiap Daerah Terima Anggaran Rp22 Miliar

Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Asep Saepulloh menyebut, pada tahap pertama Sultra memperoleh kuota pembangunan KNMP di lima kabupaten.

Yaitu Kabupaten Konawe, Kolaka, Bombana, Buton Utara (Butur), dan Buton Selatan (Busel).

Lalu pada tahap kedua yakni Desember 2025, Sulawesi Tenggara mendapatkan satu kuota pembangunan KNMP lagi di Kabupaten Muna.

"Masing-masing lokasi digelontorkan dana senilai Rp22 miliar, mulai dari pembangunan fisik, pemberdayaan nelayan, pengadaan kapal, alat tangkap, dan mesin kapal," jelasnya.

Adanya Kampung Nelayan Merah Putih ini, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Baca juga: Gubernur Sultra ASR Bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Kendari, Ada Pabrik Pengalengan Ikan

Asep mengatakan, di KNMP Desa Sorue Jaya juga dibangun wisata kuliner sebagai pendukung pendapatan para nelayan.

"UMKM bisa berkembang, adanya KNMP ini juga bisa menyerap tenaga kerja dan bisa menekan biaya operasional nelayan," jelas dia.

Kampung Nelayan Merah Putih tersebut nantinya akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kata Nelayan tentang Pembangunan KNMP Sorue Jaya

Musyair, seorang nelayan sekaligus Ketua KDMP Desa Sorue Jaya bersyukur atas pembangunan KNMP.

Baca juga: Intip Mahirnya Penenun di Kampung Tenun Sulaa Baubau Sulawesi Tenggara, Belajar Turun Temurun

Menurut dia, adanya cold storage dan shelter coolbox untuk menampung hasil tangkapan bisa menghemat biaya para nelayan.

Musyair bercerita, dia biasanya menjual hasil lautnya di Pelabuhan Perikanan Samudera atau PPS Kendari.

Jarak antara Desa Sorue Jaya dengan PPS Kendari mencapai 7,5 kilometer atau sekitar 16 menit.

"Kalau sudah ada Kampung Nelayan Merah Putih biaya yang kita keluarkan lebih sedikit, karena di sini kita sudah bisa langsung jual," ucapnya.

Lewat KNMP, masyarakat juga bisa diberdayakan misalnya dalam penjualan olahan makanan ataupun kerajinan lainnya.

Baca juga: 20 Lokasi di Sulawesi Tenggara Disiapkan Jadi Kampung Iklim, Pemprov Sultra Terima Dana Rp2,2 Miliar

Seperti diungkapkan Ketua Bidang Usaha Koperasi Merah Putih Desa Sorue Jaya, Mirawati.

"Untuk wisata kuliner ini ibu-ibu sudah antusias sekali sudah banyak yang mau mendaftar," jelasnya.

Saat ini, pihak KDMP masih melakukan sejumlah persiapan salah satunya menyiapkan menu andalan yang akan dipromosikan.

Selain berfungsi sebagai tempat pelelangan ikan, kawasan ini juga menjadi lokasi penyeberangan menuju Pulau Bokori.

Olehnya itu, aktivitas masyarakat di Kampung Nelayan Merah Putih diperkirakan cukup ramai dengan banyaknya orang yang berlalu lalang. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.