TRIBUNMANADO.CO.ID - Zefanya Brenda Montung (19), sepupu dari almarhumah Evia Maria, mengungkapkan kakaknya Evia, sempat mengeluhkan seorang oknum dosen perempuan yang kerap minta traktir makan.
Evia Maria adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) yang ditemukan meninggal di kamar kosnya yang berada di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Zefanya mengatakan terakhir komunikasi dengan korban sebelum korban meninggal yakni tanggal 22 Desember 2025.
"Terakhir mengobrol lewat chat, kita hanya ngobrolin kakak kita," ujar dia.
Namun, Zefanya ingat suatu momen di tanggal 20 November 2025 saat kakak sepupunya itu berada di Manado.
Evia pernah bilang mau ketemu seorang dosen (perempuan) di area Komo Luar, tempat kuliner nasi kuning.
"Bukan oknum dosen (Danny Masinambow) yang (diduga) melakukan pelecehan itu. Yang ini dosen perempuan," terang dia.
Waktu itu, Evia cerita ke Zefanya kalau dosen perempuan tersebut sering minta dibayarin makan.
"Katanya dia bertemu dengan dosen (perempuan) itu mau urus nilainya dia. Dia kayak sering diperas oleh si dosen itu," ujar Zefanya.
Evia Maria dikenal sebagai sosok yang sangat pendiam bagi keluarganya.
Kepada Tribun Manado, Zefanya mengaku sangat mengenal dan dekat sekali dengan Evia.
Korban adalah kakak sepupu dari pihak ibu Zefanya.
"Dari kecil torang dua so dekat (dari kecil kita berdua sudah dekat. Di keluarga kami dia dipanggil Atang, saya Yaya," ujar Zefanya, Kamis (1/1/2026) malam.
Evia sering liburan ke rumah Zefanya di Manado.
Zefanya mengenang, meski pendiam, Evia sangat pintar.
Dari remaja Evia sudah dikenal sebagai siswa yang berprestasi.
"Waktu SMP saja dia pernah ke Bali karena prestasi," ujar dia telepon.
Saat di Manado, Evia bahkan sering terlihat sibuk bergelut dengan tugas-tugas kuliah.
"Kalau lagi tidak sibuk palingan dia ajak saya makan, makan mie gacoan," ujar dia,
Evia tidak pernah curhat terkait masalah pribadinya.
Ia lebih suka menulis ketimbang banyak bicara.
Bahkan sering ketika ada orang bertanya soal masalahnya, Evia tidak senang.
Evia juga tidak pernah cerita terkait dosen Unima Danny Masinambow yang diduga melakukan pelecehan terhadapnya.
"Dia hanya pernah cerita, dia stres karena banyak tugas dan butuh suntikan dana. Kalau ditanya-tanya dia bakal marah," ujar Zafanya.
Zefanya menuturkan, terakhir komunikasi dengan Evia lewat sambungan Whatsapp dirinya sempat bertanya kepada Evia apakah bakal pulang kampung atau tidak.
"Dia bilang mau pulang," terang dia.
Kampung halaman Evia berada di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulut.
Untuk pergi ke Siau dari Pelabuhan Manado bisa ditempuh kurang lebih 4 jam menggunakal kapal fery.
Dirinya juga menceritakan isi story (status) terakhir korban di media sosial Whatsapp .
Dalam story tersebut Evia mengupload foto video lama dirinya sedang bersama adiknya saat mandi di pantai.
"Caption storynya itu tertulis: hadiah Natal for mama. Besoknya dia sudah ditemukan meninggal," terang dia.
Zefanya menyebut ia dan keluarga, tahunya Evia sudah pulang kampung ke Siau sebelum informasi tentang kematian Evia sampai ke mereka.
Zefannya mengaku sebagai pihak keluarga dirinya sangat marah sekali atas apa yang terjadi kepada kakak sepupunya itu.
"Keluarga mana yang tidak marah dengan kejadian ini? Kakak sepupu saya itu diseonggol sedikit saja sama sesama perempuan di bagian intim dia bakal menangis, apalagi kalau laki-laki."
"Jadi kami keluarga sangat marah sekali," ujar dia.
Korban ditemukan meninggal di salah satu indekost di Kota Tomohon pada Selasa (30/12/2025)..
Dari informasi dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita.
Penemuan berawal saat pemilik kost berinisial YR, yang tinggal di Kelurahan Matani Satu, menerima panggilan dari salah satu penghuni kost.
Mendengar hal itu, YR langsung bergegas menuju lokasi indekost.
Setibanya di tempat kejadian, YR melihat korban berada di depan pintu masuk kost dengan kondisi sudah meninggal.
Selanjutnya, YR menghubungi pihak kelurahan untuk melaporkan kejadian tersebut.
Tak berselang lama, personel Polsek Tomohon Tengah langsung mendatangi lokasi kejadian.
Kapolsek Tomohon Tengah IPTU Stenly Tawalujan, bersama tim identifikasi dari Polres Tomohon kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK