Bupati Kukar Aulia Rahman Minta Maaf Tagihan Rekanan Belum Dibayar, Dipastikan Lunas Maret 2026
Nur Pratama January 01, 2026 08:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyampaikan permohonan maaf kepada para rekanan pemerintah daerah atas belum terbayarkannya sejumlah tagihan kegiatan.

Kondisi tersebut disebut terjadi akibat keterbatasan dana reguler yang diterima Pemkab Kukar pada 2025.

Aulia menjelaskan, pemerintah daerah seharusnya menerima dana reguler sebesar Rp900 miliar. Namun realisasi yang diterima hanya Rp450 miliar, sehingga menimbulkan kekurangan bayar yang cukup besar.

Baca juga: Alasan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Sebut 2026 jadi Tahun yang Berat

“Sudah kita dapatkan, yaitu adalah dana reguler yang harus kita terima itu Rp900 miliar, kita cuma dapat Rp450 miliar kemarin, dan kurang bayar kita, itu sekitar Rp500 miliar,” jelas Aulia Rahman Basri, Kamis (1/1/2026).

Atas kondisi tersebut, Pemkab Kukar mengambil langkah pembiayaan melalui pinjaman daerah. 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini pemerintah daerah akan langsung mengajukan pinjaman ke Bankaltimtara.

“Nah ini, kalau tahun-tahun sebelumnya biasanya kita menyarankan ke teman-teman untuk meminjam, kita sebagai penjamin, tetapi tahun ini insya Allah kami sudah ada goodwill dengan Bankantimtara, pemerintah daerah akan pinjam uang di Bankaltimtara,” ujarnya.

Ia menuturkan, pinjaman yang akan dilakukan merupakan pinjaman jangka pendek sehingga tidak dapat direalisasikan sebelum pergantian tahun anggaran.

“Teman-teman pasti bertanya, kalau pinjam uang Pak, kenapa sih tidak pinjam uangnya sekarang, kenapa tidak bisa dibayar sekarang? Nah, yang jadi kendala adalah kita ini meminjam namanya pinjaman jangka pendek. Pinjaman jangka pendek itu tidak boleh lewat tahun, waktunya dalam waktu satu tahun,” jelasnya.

Menurut Aulia, proses pinjaman akan mulai berjalan pada Januari 2026. Seluruh tagihan rekanan yang telah diverifikasi ditargetkan dapat dibayarkan secara bertahap hingga Maret.

“Nah makanya pinjaman itu nanti kita ongoing di Januari. Mudah-mudahan nanti Januari uangnya sudah bisa keluar, Februari semua tagihan teman-teman, semua tagihan teman-teman itu sudah kita verifikasi. Maret kita bayar,” katanya.

Ia memastikan pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan seluruh kewajiban kepada rekanan.

“Jadi Maret insya Allah kita pastikan sudah bisa dibayar semuanya,” tegasnya.

Dalam penutup pernyataannya, Aulia kembali menegaskan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak atas kondisi tersebut.

“Sekali lagi kami mohon maaf. Ini keadaan bukan sesuatu yang kita kehendaki, dan yang mudah-mudahan kita bisa melewati semuanya. Terima kasih,” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.