TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Setelah jumlah wisatawan mancanegara di Tahun 2025 mencapai 7.050.000 orang, Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan ke depan akan lebih menekankan pariwisata berkualitas.
Sehingga, kegiatan pariwisata tidak hanya bergantung secara jumlah turis semata, namun juga yang datang merupakan turis berkualitas.
Hal tersebut ia sampaikan pada saat menerima kunjungan Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana di Puri Saren Ubud, Kamis 1 Januari 2026.
Baca juga: Heboh Pariwisata Yogyakarta Dibanding-bandingkan, Dispar Bali: Isu lama yang Muncul Lagi
Koster mengatakan, ke depannya akan dirancang tata kelola kepariwisataan melalui Perda.
“Salah satu aspek yang diperhatikan adalah pariwisata yang berkualitas. Salah satunya adalah berapa uangnya tiga bulan terakhir di buku tabungan, berapa lama di Bali dan di mana tinggalnya, bersama siapa, dan apa aktivitasnya. Supaya terkontrol semua. Seperti juga kalau kita berwisata ke negara lain,” jelas Koster.
Koster mengaku mencontoh kebijakan negara lain untuk memberlakukan hal tersebut di Bali.
Baca juga: Dispar Nilai Perbandingan Aktivitas Pariwisata Yogya dan Bali Merupakan Isu Lama
Ia juga menekankan tidak ingin cepat-cepat untuk menghakimi situasi yang ada sekarang seperti macet, sampah dan banjir.
“Ini saya perlu menyampaikan awalnya Bali ini kan kita menghadapi masalah waktu Covid-19 di Tahun 2021, ini laporan cuma 51 orang yang ke Bali lalu 2022, saya catat Januari itu 1.500 Februari, 1.000 orang."
"Setelah Covid, memulihkan pariwisata banyak asosiasi bertanya kapan (Bali) dibuka, kapan dibuka. Kita bikinlah relaksasi kebijakan atas dukungan juga pemerintah pusat Work from Bali lah,” imbuhnya.
Baca juga: Wayan Koster Bawa Kabar Baik Bagi Pariwisata Bali, Data Tunjukan Adanya Kenaikan 500 Ribu Orang
Berbagai macam skema dikerahkan agar orang datang ke Bali pada saat itu. Dan itulah yang berlangsung hingga saat ini dan menimbulkan polemik di sektor pariwisata.
Koster mengakui mengatasi polemik pariwisata tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu sehari dua hari sangat memerlukan kesabaran.
Namun, kata Koster data telah menjawab meskipun situasi di Bali kurang bagus. Ternyata turis ke Bali jumlahnya meningkat berjumlah 7.050.000 orang.
Baca juga: Pariwisata Berkelanjutan, Dorong Sport Tourism, KutaRun Clean Air for Bali Siap Digelar
“Dan ini adalah rekor tertinggi. Dalam 10 terakhir yang saya kira dari 2015 ke 2025."
"Sebelum 2015 itu lebih rendah lagi. Jadi ini luar biasa. Mungkin isu Bali sepi ini membuat daya tarik juga. Sehingga banyak yang datang ke Bali,” paparnya.
Data jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara Tahun 2025 disandingkan dan Tahun 2024.
Pertama, jumlah wisman Tahub 2025 mencapai 7,050 juta orang, lebih tinggi 750.000 orang dibanding Tahun 2024 sebanyak 6.3 juta orang. Pencapaian ini tertinggi dari tahun tahun sebelumnya,bahkan sebelum Covid-19.
Baca juga: BNNP Ciduk 17 WNA Tersangka Narkoba, Kokain dan Blue Safir Hantui Pariwisata Bali
“Pariwisata Bali sudah pulih dan bangkit melampaui pencapaian sebelum Covid19.
Kedua, jumlah wisnus tahun 2025 mencapai 9,28 juta orang, lebih rendah sebanyak 730 ribuan dari Tahun 2024 yang mencapai 10,12 juta orang,” kata Koster.
Total wisman dan wisnus Tahun 2025 mencapai 16,3 juta orang lebih rendah sekitar 100.000 dari Tahun 2024 yang mencapai 10,4 juta orang.
Secara total menurun sedikit. Sebagai destinasi wisata dunia, Bali masih destinasi menarik bagi masyarakat dunia.
Data ini sekaligus menjawab tidak benar Bali sepi. Jumlah wisman melalui Cruise di pelabuhan Benoa tahun 2025 mencapai di atas 71.000 lebih tinggi dari Tahun 2024 yang jumlahnya 53.000 orang.
“Tahun 2026 perlu evaluasi terkait penurunan wisnus, apakah ada kaitan dengan penurunan jumlah penerbangan ke Bali,mahalnya tiket, isu banjir, atau perubahan pola wisnus dari jalan udara ke jalan darat,” pungkas Koster. (*)