Wisman Meningkat, Wisdom Menurun, Jadi Catatan Pariwisata Tahun 2025 di Bali 
January 01, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Ketua PHRI Bali, Tjok Oka Artha Ardana Sukawati membeberkan laporan dari para asosiasi Bali Hotel terkait kondisi pariwisata saat high season libur Natal dan Tahun Baru 2026.

Cok Ace menerangkan di minggu pertama hingga minggu kedua Desember jumlah wisatawan masuk Bali tidak terlalu banyak.

Biasanya wisatawan meningkat di minggu ketiga hingga minggu keempat. 

Baca juga: Pelaku Pariwisata Nilai Narasi Bali Sepi Memicu Sentimen Negatif

“Kondisi sekarang kalau kami dapat informasi dari anggota kami di Bali Hotel Asosiasi itu yang sekarang di minggu pertama dan kedua antara 60-70 persen kemudian non-change (tidak berubah), hanya berkisar di antara 20-50 persen,” kata, Cok Ace. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan untuk saat ini di minggu ketiga okupansi naik 85 persen.

Biasanya non-change kata Cok Ace, berada di bawah 10-20 persen. Namun minggu pertama di bulan Januari tepatnya 4 Januari sesuai dengan kondisi pembukuan yang ada di masing-masing hotel cukup banyak angka okupansi yang turun. 

Baca juga: Heboh Pariwisata Yogyakarta Dibanding-bandingkan, Dispar Bali: Isu lama yang Muncul Lagi

“Kalau sekarang posisi (okupansi) kami ada di 85 persen. Nah nanti pada minggu pertama khususnya setelah tanggal 4 Januari Ketika musim libur berakhir drop menjadi 50-60 persen,” imbuhnya. 

Permasalahan di Bali belakangan yang sering di-framing di media sosial dinilai Cok Ace seperti sepi di jalan, banjir dan sampah sangat mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan domestik.

Jika diamati data wisatawan yang masuk melalui udara atau airport maupun melalui laut atau darat mengalami penurunan yang cukup signifikan tahun 2025.

Baca juga: Pelaku Pariwisata Nilai Narasi Bali Sepi Keliru, Sebut Memicu Sentimen Negatif

Di bulan Desember jumlah wisawatan domestik menurun 42 persen. Sedangkan yang masuk melalui airport turun hanya 8,3 persen. 

“Jadi yang signifikan adalah hilangnya kunjungan wisatawan domestik yang lewat darat itu yang biasanya datang dengan kendaraan memacetkan jalan-jalan."

"Kalau tahun lalu Bali dikunjungin 6,3 juta wisatawan sekarang 7 juta lebih tahun lalu itu macet sampai berapa kilometer. Padahal wisatawan mancanegaranya hanya 6,3 juta. Itu artinya kontribusi lokal pada waktu itu sangat tinggi. Jadi ini sebagai gambaran Kami sangat khawatir walaupun kami teruskan berjuang,” terangnya. 

Baca juga: Pariwisata Berkelanjutan, Dorong Sport Tourism, KutaRun Clean Air for Bali Siap Digelar

Sebelumnya, total wisman dan wisnus Tahun 2025 mencapai 16,3 juta orang lebih rendah sekitar 100.000 dari Tahun 2024 yang mencapai 10,4 juta orang.

Secara total menurun sedikit. Sebagai destinasi wisata dunia, Bali masih destinasi menarik bagi masyarakat dunia.

Data ini sekaligus menjawab tidak benar Bali sepi. Jumlah wisman melalui Cruise di pelabuhan Benoa tahun 2025 mencapai di atas 71.000 lebih tinggi dari Tahun 2024 yang jumlahnya 53.000 orang. 

“Tahun 2026 perlu evaluasi terkait penurunan wisnus,apakah ada kaitan dengan penurunan jumlah penerbangan ke Bali,mahalnya tiket,isu banjir,atau perubahan pola wisnus dari jalan udara ke jalan darat,” pungkas Koster.  (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.