TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Tiket pertunjukan Teater Bintang Planetarium Jakarta kini bisa dibeli langsung di lokasi (on the spot).
Kebijakan ini diterapkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola Planetarium Jakarta lantaran tingginya antusiasme masyarakat yang kerap membuat tiket daring ludes dalam waktu singkat.
Skema penjualan tiket kini dibagi rata, 50 persen daring (online) dan 50 persen sisanya dijual on the spot untuk setiap pertunjukan.
Tiket on the spot hanya bisa dibeli melalui loket resmi Teater Bintang Planetarium di area drop-off Gedung Trisno Soemardjo, TIM.
Pembelian on the spot ini mengikuti kuota harian dengan jadwal pertunjukan yang terbagi dalam beberapa sesi, mulai pagi hingga sore hari.
Pembelian hanya dilayani di lokasi ini dan penonton akan menerima tiket fisik sebelum masuk ke ruang pertunjukan.
Sementara itu, penjualan tiket secara daring hanya dilakukan eksklusif melalui platform Loket.com.
Dalam satu kali transaksi, pengunjung kategori umum dapat membeli lima tiket sekaligus, sementara kategori pelajar dibatasi satu tiket.
Setiap tiket berlaku untuk satu prang dan satu kali masuk.
Pemegang e-tiket wajib hadir langsung saat verifikasi dan penukaran tiket fisik di loket Teater Bintang Planetarium, paling lambat 30 menit sebelum pertunjukan dimulai.
Penukaran tidak dapat diwakilkan dan pengunjung harus membawa kartu identitas resmi sesuai data pemesanan.
Head of SBU Taman Ismail Marzuki Jakpro Anya A. Christiana, menegaskan sistem ticketing Planetarium Jakarta berbasis kuota ketat dan tidak membuka celah penambahan penonton di luar tiket yang tersedia.
“Sistem distribusi tiket Teater Bintang Planetarium telah kami atur secara ketat berbasis kuota. Tidak ada penambahan kapasitas di luar tiket yang tersedia,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2025).
Ia menegaskan, Jakpro tidak bekerja sama dengan pihak ketiga atau perorangan dalam penjualan tiket.
Kanal resmi online hanya melalui Loket.com, sedangkan pembelian langsung hanya melalui loket resmi di TIM.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menegaskan pengawasan ketat terhadap sistem penjualan tiket Planetarium Jakarta.
“Saya sudah pesan, wanti-wanti, enggak boleh ada calo,” tegas Pramono.
Keputusan pembagian kuota 50:50 antara online dan on the spot diambil setelah Pemprov DKI mendengar langsung keluhan warga yang kesulitan mendapatkan tiket daring karena cepat habis.