TRIBUNJATIM.COM - Sungguh apes petugas Brimob Polda Jateng setelah mendapat laporan warga.
Tim Gegana Brimob Polda Jateng mendapatkan laporan soal adanya temuan tas mencurigakan pada Selasa (30/12/2025) malam.
Tim ini lantas turun gunung karena warga melaporkan terdapat tas hitam mencurigakan tergeletak di pinggir jalan exit Tol Banyumanik Semarang, Jawa Tengah atau di seberang swalayan ADA Banyumanik.
Untuk memeriksa kebenaran informasi itu, jalan itu lantas ditutup oleh tim kepolisian dibantu oleh Jasa Marga.
Selepas itu, anggota penjinak bom berpakaian lengkap bak astronot mendekati tas gendong tersebut.
Dengan hati-hati, anggota kepolisian spesialis penjinak bahan peledak ini membuka resleting tas.
Ketika tas terbuka, polisi tak menemukan bahan peledak satu pun.
Sebaliknya, hanya ada sejumlah pakaian dan barang pribadi.
"Iya, tas itu hanya berisi pakaian, celana dalam, kaos kaki dan lainnya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng Kombes Pol Artanto kepada Tribun di Mapolda Jateng, Rabu (31/12/2025), dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Kamis.
Menurutnya, informasi adanya bom dalam tas itu bermula dari informasi masyarakat.
Tim Gegana lantas terjun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mendeteksi isi tas itu.
"Ya seperti itu, tidak ada barang yang membahayakan dan mencurigakan," katanya.
Kendati begitu, barang itu masih disimpan kepolisian.
Menurut Artanto, pihaknya masih menelusuri pemilik barang tersebut.
"Ya kami masih menelusuri siapa pemiliknya," bebernya.
Hal yang sama diungkapkan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Syahduddi.
Ia menyebut, barang itu ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya.
"Iya masih didalami siapa pemiliknya karena tidak ada identitasnya sama sekali. Tas ini entah tertinggal atau sengaja ditinggal," ujarnya.
Baca juga: Perjuangan Pengusaha Sembuhkan Anak dari Tumor Otak Langka, Frederico Tak Menyerah Ingin Sembuh
Pekerja taman di Halaman Balai Kota Surabaya menemukan sebuah granat, Sabtu (7/1/2022).
Tim dari Polda Jawa Timur pun melakukan pengamanan.
Penemuan ini berada di area Taman Surya sisi Timur Air Mancur Balai Kota Surabaya sekitar pukul 11.40 WIB.
Saat itu, pekerja sedang memasukkan tanah kedalam pot.
Tanah yang digunakan tersebut merupakan tanah urugan yang didatangkan dari daerah lain.
Di tumpukan tanah inilah, pekerja menemukan benda mencurigakan yang akhirnya diketahui sebagai granat.
"Pekerja lantas melapor kepada petugas keamanan Gedung Balai Kota Surabaya," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu.
Petugas keamanan lantas melapor ke kepolisian.
Akhirnya, Tim Penjinak Bom Gegana Brimob Polda Jatim tiba di lokasi untuk mengidentifikasi Granat Nanas tersebut.
Saat ini, polisi membawa barang tersebut untuk diamankan.
“Penanganannya sekarang ini ditangani kepolisian."
"Kalau di Balai Kota Surabaya tidak ada masalah (keamanan) karena sebetulnya granat itu (berasal) dari tanah urukan (galian),” kata Yayuk.
Beruntung, granat tersebut tak meledak. Selain itu, tak ada korban dalam penemuan tersebut.
Yayuk memastikan, granat tersebut bukan berasal dari galian tanah di kawasan Taman Balai Kota Surabaya.
Namun, berasal dari tanah galian/urukan yang didapat dari sungai di Jalan Kangean, Surabaya.
Ia memastikan kawasan Balai Kota Surabaya tetap aman.
"Kondisi Granat Nanas tersebut sudah berkarat dan terbungkus tanah yang diperkirakan peninggalan zaman Belanda."
"Saat ini Granat Nanas tersebut diamankan di Mako Gegana Polda Jatim,” katanya.