Perolehan 175 Medali di Porprov Jatim 2025 Jadi Rekor Satu Dekade Atlet Kota Kediri
January 01, 2026 09:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Melia Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Capaian prestasi atlet Kota Kediri, Jawa Timur, pada tahun 2025 mencapai titik tertinggi sejak tahun 2015 atau sepanjang satu dekade terakhir.

Perolehan 175 medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 di Malang Raya menempatkan Kota Kediri di peringkat keempat klasemen akhir.

Capaian tersebut menjadi yang terbaik sejak 2015, sekaligus menegaskan konsistensi grafik prestasi olahraga Kota Kediri yang terus menanjak.

Pada Porprov Jatim IX 2025, kontingen Kota Kediri berhasil mengoleksi 69 medali emas, 53 perak, dan 53 perunggu dari total 288 atlet yang diterjunkan.

Jika ditarik ke belakang, tren peningkatan prestasi sudah terlihat sejak Porprov Jatim V 2015 di Banyuwangi dengan raihan 114 medali. 

Prestasi itu melonjak signifikan pada Porprov Jatim VI 2019 di Bojonegoro dengan 153 medali, sebelum kembali stabil dan meningkat pada edisi-edisi berikutnya hingga mencapai puncaknya pada 2025.

Ketua Umum KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menyebut, capaian tersebut bukan hasil instan, melainkan buah dari pembinaan yang dirancang secara terukur dan berkelanjutan.

Menurutnya, evaluasi rutin menjadi kunci utama peningkatan prestasi atlet.

"Kami terus melakukan pembenahan di semua lini. Tahun 2025 ini menjadi bukti bahwa perencanaan, pembinaan, dan evaluasi yang konsisten mampu menghasilkan prestasi maksimal," kata Koko, Kamis (1/1/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan Kota Kediri meraih 175 medali juga membuat kontingen ini dinobatkan sebagai yang paling efektif dan efisien oleh KONI Jawa Timur. 

Baca juga: Perbakin Bojonegoro Gelar Kejuaraan Menembak, Ajang Penjaringan Atlet Potensial

Dengan jumlah atlet yang relatif terbatas, Kota Kediri mampu menghasilkan rasio medali yang tinggi.

"Dari 288 atlet, kami mampu menghasilkan 175 medali. Ini menunjukkan bahwa kualitas pembinaan jauh lebih penting dari pada sekadar kuantitas," imbuhnya.

Tantangan ke Depan

Meski demikian, Koko menegaskan tantangan ke depan tidak semakin ringan.

Porprov Jatim X 2027 akan digelar di Kota Surabaya, yang selama ini dikenal sebagai juara umum langganan sejak Porprov pertama digelar.

"Tantangan ini harus menjadi pemantik semangat. Kami tidak boleh puas, justru harus meningkatkan kualitas pembinaan cabang olahraga agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi," tuturnya.

Selain fokus prestasi, KONI Kota Kediri juga mulai mengaitkan olahraga dengan pengembangan daerah.

Humas KONI Kota Kediri, Rino Hayyu Setyo, mengatakan, capaian 2025 akan menjadi fondasi kuat mendukung program Sport Tourism yang digagas Pemerintah Kota Kediri.

"Pada 2026 kami akan menyusun program kerja Sport Tourism melalui event kejuaraan regional dan nasional. Olahraga tidak hanya soal medali, tetapi juga promosi daerah dan penggerak ekonomi masyarakat," terang Rino.

Sepanjang 2025, KONI Kota Kediri juga mencatat sejumlah capaian strategis, mulai dari pelunasan bonus atlet dan pelatih senilai Rp 6,433 miliar, kenaikan signifikan nilai bonus medali, peningkatan uang transport atlet dan pelatih Puslatkot, hingga transformasi sistem pembayaran dari tunai ke transfer langsung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.