TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Sorot lampu kota dan semarak malam pergantian tahun menjadi penanda diresmikannya wajah baru kawasan Jalan Stasiun, Kota Kediri.
Setelah melalui proses revitalisasi selama enam bulan, kawasan strategis tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Rabu (31/12/2025) malam, bertepatan dengan momentum pergantian tahun.
Peresmian Jalan Stasiun menjadi kado akhir tahun bagi masyarakat Kota Kediri. Kawasan yang berada di salah satu titik vital kota itu kini tampil lebih tertata dan modern, sekaligus menandai babak baru bagi aktivitas sosial dan ekonomi di sekitar stasiun kereta api.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa peresmian ini menjadi momentum kebersamaan di penghujung tahun 2025. Ia menilai Jalan Stasiun tidak hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga ruang publik yang diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat.
Baca juga: Malam Tahun Baru 2026, Bupati Mas Ipin Ajak Masyarakat Nobar Film Penolakan Tambang Emas Ra Ritek
Baca juga: Puncak Prestasi Olahraga Kota Kediri, 175 Medali Porprov Jatim 2025 Jadi Rekor Satu Dekade
"Di akhir tahun ini kita bisa berkumpul dalam suasana hangat untuk meresmikan Jalan Stasiun yang telah ditata ulang agar lebih menarik dan bermanfaat," katanya.
Vinanda berharap kawasan tersebut dapat berkembang menjadi ikon baru Kota Kediri sekaligus wadah tumbuhnya ekonomi kreatif.
Menurutnya, penataan Jalan Stasiun Kota Kediri merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan aktivitas masyarakat.
"Kami berharap kawasan ini menjadi ruang yang hidup dan mampu menggerakkan perekonomian warga sekitar," terangnya.
Ia menjelaskan, penataan Jalan Stasiun Kota Kediri dilakukan dengan mempertimbangkan posisinya sebagai salah satu gerbang utama Kota Kediri.
Karena itu, kawasan ini didesain tidak hanya rapi dan indah, tetapi juga aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
"Siapa pun yang datang ke Kediri, salah satu kesan awalnya ada di kawasan ini," ucap Vinanda.
Lebih lanjut, Vinanda menyebut revitalisasi Jalan Stasiun merupakan bagian dari arah besar pembangunan Kota Kediri melalui program D’CITO.
Program tersebut menitikberatkan pada penataan kota yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.
"Melalui D’CITO, kami berkomitmen menghadirkan ruang publik yang memiliki nilai sosial sekaligus nilai ekonomi," tuturnya.
Wali kota termuda itu juga berharap Jalan Stasiun dapat berkembang menjadi pusat aktivitas baru masyarakat.
Selain menjadi ruang interaksi, kawasan ini diharapkan mampu menghadirkan keramahan khas Kota Kediri bagi para pendatang.
"Kami ingin kawasan ini menjadi tempat yang ngangeni dan membekas bagi siapa pun yang berkunjung," ucapnya.
Rangkaian peresmian Jalan Stasiun Kota Kediri turut diisi dengan doa bersama menyambut Tahun Baru. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama agar Kota Kediri ke depan semakin baik, maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera. Suasana khidmat menyertai doa yang dipanjatkan di tengah semarak malam pergantian tahun.
Selain doa bersama, kegiatan juga diwarnai dengan penggalangan donasi sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di Sumatra dan sejumlah daerah lain di Indonesia yang tengah dilanda bencana. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menumbuhkan empati dan semangat solidaritas sosial di tengah perayaan tahun baru.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)