Bupati Seluma Teddy Rahman Apresiasi Kinerja BKD, Realisasi APBD 2025 Capai 98 Persen
January 01, 2026 10:54 PM

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma terus menunjukkan trend positif, di bawah kepemimpinan Bupati Seluma Teddy Rahman.

Bupati Seluma Teddy Rahman mengapresiasi pengelolaan keuangan yang dilakukan Badan Keuangan Daerah (BKD.

Bupati mengaku terkejut menerima laporan, jika APBD 2025 memiliki Silpa mencapai Rp 20 Miliar. Sementara semua kegiatan telah terbayarkan semua. 

"Keren Pak Purbaya kita ini mengelola keuangan. Karena dengan Silpa Rp 20 Miliar ini, Defisit Rp 16 Miliar di APBD 2026 tertutupi bahkan ada lebih. Jadi saya sangat apresiasi kinerja ini," sampai Teddy Rahman. 

Diketahui, laporan keuangan akhir tahun 2025, penyerapan anggaran yang sangat memuaskan.

Selain itu ada Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) APBD tahun 2025 sebesar Rp 20 Miliar.

Sementara realisasi anggaran di APBD 2025 telah mencapai 98 persen dari nilai APBD Rp 980 Miliar. 

“Alhamdulillah silpa kita tembus di angka Rp 21.095.285.032,67 serapan belanja yang lebih optimal dan ini merupakan indikator yang sangat positif yang menunjukan kondisi keuangan mulai membaik,”sampai plt Kepala BKD Herman Suyadi dikonfirmasi Kamis siang 1 Januari 2025.

Dengan Silpa ini secara langsung mengurangi sisa dana di akhir tahun yang tidak terealisasi dengan kegiatan.

Baca juga: Enam Ruko di Kelurahan Pasar Tais Seluma Bengkulu Hangus Terbakar

Sehingga kedepan mulai melakukan perencanaan potensi SiLPA secara lebih dini agar anggaran tidak banyak menganggur.

Sehingga pemerintah keuangan akan menyarankan agar kedepan bisa fokus pada infrastruktur dengan pengalokasian dana untuk kegiatan strategis dan infrastruktur pada perubahan APBD 2026 mendatang membantu penyerapan sisa anggaran secara efektif.

“Anggran yang silpa ini bisa digunakan untuk kegiatan lainnya di APBD Perubahan mendatang,” ujar Herman. 

Silpa ini sendiri timbul dikarenakan, beberapa kegiatan di masing masing Organisasi Perangkat Daerah(OPD). Seperti anggaran BOK di dinas kesehatan, dan dinas pendidikan dan kebudayaan.

Operasional kesehatan dan operasional sekolah. itu salah satunya dan masih ada kegiatan yang tidak prioritas untuk di cairkan.

“Alhamdulillah kegiatan yang pihak ketiga keseluruhan di tahun 2025 lalu terbayarkan dan tidak ada berhutang,” ucap Herman. 

Jika pemerintah kabupaten Seluma atas petunjuk bupati seluma, akan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan hutang pada pihak rekanan yang sempat terutang di tahun sebelumnya.

Namun tetap jika ketersediaan anggaran akan di bayarkan, dengan cara menyicil seperti yang telah di lakukan.

“Bertahap kita bayarkan hutang daerah tersebut dengan menyicil. Namun tetap mengacu kepada telaah hukum dari kejari seluma,” tukas Herman Suyadi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.