JAKARTA, TRIBUN - Pemerintah memasang target optimistis dalam penyerapan tenaga kerja pada 2026 mencapai 3 juta hingga 4 juta lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Hal itu seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di level 5,4 persen.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengatakan, masifnya penciptaan lapangan kerja itu diharapkan mampu menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT).
"Target lapangan kerja 2026, ekonomi diproyeksikan tumbuh 5,4 persen, menciptakan 3 juta sampai 4 juta lapangan kerja baru, dengan tingkat pengangguran turun ke 4,44-4,96 persen," ujarnya, kepada Kontan.co.id, Selasa (30/12).
Menurut dia, fokus pemerintah saat ini adalah menggeser porsi tenaga kerja ke sektor formal dengan target 37,95 persen melalui investasi, hilirisasi, ekonomi hijau, dan penguatan UMKM.
Sementara untuk mengurangi pengangguran terdidik, Haryo menuturkan, pemerintah akan mempercepat transisi kerja bagi lulusan baru melalui Program Magang Nasional.
Program itu menawarkan posisi magang dengan gaji yang setara dengan upah minimum.
Ia menyebut, sektor-sektor yang diproyeksikan bakal menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar meliputi industri, perdagangan, pariwisata, dan kesehatan.
Selain itu, dia menambahkan, muncul peluang baru di bidang green jobs atau tenaga kerja hijau untuk lulusan SMK dan Diploma.
"Peluang baru bagi SMK/Diploma ada pada bidang energi terbarukan, pengolahan limbah, dan infrastruktur hijau," jelasnya.
Haryo menyatakan, pemerintah juga mulai melirik potensi ekonomi jasa perawatan (care economy) untuk mendorong partisipasi kerja perempuan.
Targetnya, ia berujar, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan bisa mencapai 70 persen pada 2045, dengan membuka akses bagi puluhan juta perempuan untuk masuk ke dunia kerja.
"Pemerintah juga menargetkan pelatihan dan pengiriman 500.000 tenaga kerja ke luar negeri, dalam bidang tenaga ahli las (welder) dan bidang pelayanan (hospitality)," bebernya.
Adapun, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa otimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Dengan kebijakan fiskal dan moneter yang semakin sinkron, Purbaya yakin perekonomian Indonesia mampu tumbuh lebih baik dibandingkan dengan kondisi saat ini.
"Yang penting adalah ke depan dengan kebijakan yang semakin sinkron antara kami dengan bank sentral, ekonomi kita akan tumbuh lebih baik dari sekarang," ucapnya, dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (31/12).
Purbaya menyebut, target pertumbuhan ekonomi pada 2026 sebesar 6 persen bukanlah sesuatu yang sulit dicapai.
Sementara pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 5,2 persen secara tahunan, dengan capaian kuartal keempat masih berada di atas 5,5 persen.
Menurut dia, satu kunci utama pendorong pertumbuhan adalah percepatan belanja fiskal yang sudah mulai dilakukan sejak awal tahun.
"Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Bank Indonesia (BI) melalui komunikasi yang lebih intensif dan efektif," tandasnya. (Kontan/Arif Ferdianto/Dendi Siswanto)