IHSG di Awal Tahun Bergerak Terbatas
January 01, 2026 10:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih cenderung terbatas pada awal 2026, di tengah kondisi likuiditas pasar yang rendah.

Meski demikian, prospek tren jangka menengah IHSG dinilai tetap positif seiring dukungan sentimen global dan domestik.

Pada penutupan perdagangan akhir 2025, Selasa (30/12), IHSG ditutup menguat tipis 2,68 poin atau 0,03 persen ke level 8.646,93.

Setelah pergantian tahun, pembukaan perdagangan saham akan dimulai pada Jumat (2/1).

Pada awal perdagangan tahun baru, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang memproyeksikan IHSG masih berpeluang bergerak dalam area terbatas atau konsolidatif pada sesi awal pasar.

"Karena aktivitas trading yang masih tipis dan volume yang cenderung rendah di tengah liburan akhir tahun dan awal tahun," ucapnya, kepada Kontan, Selasa (30/12).

Meski demikian, jika mencermati primary trend IHSG saat ini, ia menilai, prospeknya masih cenderung positif.

Hal itu terutama didukung potensi berlanjutnya sikap dovish The Fed serta langkah stimulus domestik yang dapat menjadi katalis positif pada awal tahun.

Kondisi itu dinilai mampu mendorong masuknya aliran modal asing (capital inflow) ke Indonesia, mengingat valuasi pasar saham domestik yang relatif menarik dibandingkan dengan negara berkembang lain. Sehingga, IHSG masih memiliki ruang melanjutkan apresiasi.

Dari sisi eksternal, sentimen makro global tetap menjadi perhatian pelaku pasar menjelang pergantian tahun.

Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global, termasuk potensi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS, diperkirakan dapat memperkuat arus modal ke aset emerging markets, termasuk Indonesia.

Hal itu berpotensi menopang pergerakan IHSG dan membuka peluang berlanjutnya fase bullish pada awal 2026. 

Sementara dari dalam negeri, sentimen pasar dinilai relatif kondusif dengan perekonomian Indonesia yang diperkirakan tetap ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi, meskipun pertumbuhan ekonomi cenderung moderat.

"Prospek tersebut mendorong sikap risk-on investor terhadap aset domestik, khususnya pasar saham," bebernya.

Meski prospeknya positif, Alrich mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai potensi peningkatan volatilitas pada awal tahun.

Periode itu kerap diwarnai aksi profit taking, rebalancing portofolio, serta penyesuaian alokasi aset oleh investor institusi pascapenutupan buku tahunan.

Selain itu, dia menambahkan, volume transaksi yang masih relatif tipis selama masa libur berpotensi membuat pergerakan pasar menjadi kurang stabil. 

Kondisi itu dapat memicu distorsi harga akibat aksi spekulatif jangka pendek, sehingga investor disarankan untuk tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin dalam mengambil keputusan investasi.

Untuk perdagangan awal tahun, Alrich memprediksi IHSG akan bergerak pada kisaran support di level 8.600 dan resistance di level 8.700. (Kontan/Vatrischa Putri Nur)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.