TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan tren penguatan.
Hal itu seiring dengan makin solidnya fundamental ekonomi, dan kebijakan yang semakin sinkron antara pemerintah dan otoritas terkait.
Purbaya mengatakan, capaian IHSG saat ini seharusnya bisa lebih tinggi apabila desain kebijakan yang diterapkan sepenuhnya sesuai dengan rancangan awal.
Ia menilai, dengan pendekatan kebijakan yang ideal, level IHSG semestinya sudah menyentuh angka 9.000.
"Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya sekarang sudah 9.000," ujarnya, kepada awak media di Jakarta, Rabu (1/1).
Ke depan, Purbaya meyakini ruang penguatan IHSG masih sangat besar. Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter yang kian kuat, ditopang perbaikan kondisi ekonomi nasional, dinilai akan mendorong pasar saham bergerak lebih cepat.
"Ke depan, dengan kebijakan yang semakin sinkron dan ekonomi yang semakin bagus, harusnya naik lebih cepat," katanya.
Ia bahkan memproyeksikan IHSG dapat menembus level psikologis 10.000 pada tahun depan. Target tersebut diperkirakan bisa tercapai pada akhir 2026.
Hal itu seiring meningkatnya kepercayaan investor dan penguatan kinerja ekonomi domestik. "Akhir tahun depan 10.000 lebih," tukasnya.
Adapun, pada penutupan perdagangan akhir 2025, Selasa (30/12), IHSG ditutup menguat tipis 2,68 poin atau 0,03 persen ke level 8.646,93.
Secara keseluruhan sepanjang 2025, IHSG sempat tertekan pada semester I/2025, namun mampu bangkit pada paruh kedua 2025.
Bahkan, indeks berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang tahun tersebut.
Setelah pergantian tahun, pembukaan perdagangan saham akan dimulai pada Jumat (2/1). (Kontan/Dendi Siswanto)