Awal Tahun Baru 2026, Wisatawan Serbu Kota Lama Semarang
January 01, 2026 11:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Memasuki tahun 2026, banyak wisatawan untuk berkunjung ke berbagai destinasi, di antaranya kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (1/1/2026).

Satu di antara wisatawan, Maria (37), mengaku datang ke Semarang bersama keluarga besarnya dengan jumlah 8 orang untuk menghabiskan libur akhir tahun.

Ia tiba di Semarang pada Selasa, 31 Desember 2025, dan memilih Kota Lama sebagai tujuan wisata karena popularitas serta suasananya yang dinilai cocok untuk bersantai.

"(Pilih ke Kota Lama) karena terkenal ya. Terus kalau sore suasananya bagus," kata Maria saat ditemui di kawasan Kota Lama.

Maria mengaku baru pertama kali berkunjung ke Kota Lama Semarang. Menurutnya, kawasan ini memiliki kemiripan dengan area kota lama di Surabaya, namun dengan jumlah bangunan bersejarah yang berbeda.

Selama berwisata, Maria mengaku sempat mencicipi kuliner bakmi godok. Ia mengaku belum mencoba makanan khas Semarang.

Baca juga: Sadewo dan Novita Launching Trans Banyumas Koridor 4 ke Kota Lama, Layani Hingga Banyumas Selatan

"Belum coba soto Semarang atau yang lain. Mungkin ada saran-saran?" Ungkapnya sembari menanyakan rekomendasi kuliner lhas Semarang.

Maria mengaku saat di Semarang, warga setempat ramah. Ia mengaku sempat dibantu oleh pengemudi transportasi online yang dengan sukarela memberi arahan dan informasi layaknya pemandu wisata.

"Orangnya memang baik kok, kita naik transportasi online acak juga mau jadi guide-nya kita. Udah dua kali, tiga kali dia mau bantu," kesannya.

Maria lebih lanjut mengatakan ada keinginan untuk datang lagi, meski belum dalam waktu dekat karena kesibukan anak-anak yang akan memasuki jenjang pendidikan baru.

Selain wisatawan keluarga, kawasan Kota Lama Semarang juga menjadi magnet bagi kalangan anak muda untuk menghabiskan libur Tahun Baru 2026.

Mereka datang untuk menikmati suasana, berburu foto, hingga menjajal kafe-kafe yang ada di kawasan tersebut.

Baca juga: Rafi Tunjuk Nazal Mustofa Jadi Pelatih Kepala Baru Persiapa, Pernah Bawa Juara Liga 3 Jateng 2021

Satu di antaranya Rifa (24), yang datang bersama empat rekannya dari daerah yang berbeda-beda. Rifa mengaku memilih Kota Lama sebagai tempat berkumpul karena memiliki banyak kenangan serta suasana yang mendukung untuk bersantai bersama teman.

"Memang nyari kafe buat nongkrong bareng teman-teman," ujar warga asal Lamongan tersebut. 

Menurutnya, Kota Lama Semarang menarik karena memiliki spot favorit untuk berfoto.

"Lebih ke foto-foto saja. Belum masuk museumnya, soalnya waktunya enggak pas," katanya.

Rifa juga menyebutkan adanya perubahan signifikan di kawasan Kota Lama dibandingkan kunjungannya beberapa tahun lalu. Ia menilai kini semakin banyak kafe dan tempat nongkrong baru yang bermunculan.

"Kafe-kafe baru sekarang banyak," tambahnya.

photobooth outdoor

Di tengah keramaian itu, satu titik di seberang taman terlihat ramai diserbu pengunjung. Sebuah photobooth outdoor dengan konsep unik bergaya koran vintage kini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.

Sejumlah wisatawan berdatangan dengan antrean mengular dari depan photobooth yang berada di depan sebuah rumah makan hingga area depan Gedung Marba.

Hal itu di antaranya dilakukan Febi (24), wisatawan asal Depok, yang datang bersama empat temannya.

Awalnya, mereka tidak sengaja melihat kerumunan orang di pinggir jalan kawasan Kota Lama. Rasa penasaran pun muncul hingga akhirnya mereka memutuskan untuk ikut mencoba photobooth tersebut.

"Pas lewat di sini tadi kita ngelihat kayak banyak nih mengantre, terus aku lihat, oh ternyata ada photobooth viral yang baru gitu kayak koran," kata Febi ditemui Tribun Jateng usai menjajal photobooth tersebut, Kamis (1/1/2026).

Baca juga: Festival Cahaya Pertama Tahun Baru di Batang Jadi Magnet Warga: Lampu, Cinta, dan Harapan

Menurut Febi, konsep foto dengan latar desain menyerupai halaman koran memberikan kesan vintage yang kuat. Apalagi, kata dia, photobooth ini berada di ruang terbuka sehingga menyatu dengan suasana bangunan tua khas Kota Lama.

"Jarang banget ada," lanjutnya.

Agus Feriyawan (28), petugas jaga photobooth menjelaskan, konsep photobooth tersebut sebelumnya sudah lebih dulu hadir di Surabaya.

Semarang menjadi kota terbaru yang dipilih untuk pengembangan, dengan pembukaan sejak 25 Desember 2025 di kawasan Kota Lama.

Menurutnya, photobooth ini mengusung konsep foto dengan latar ikon Kota Lama, khususnya Gereja Blenduk, yang dipadukan dengan desain menyerupai halaman koran.

Ia menyebut ada 12 desain berbeda yang bisa dipilih pengunjung sesuai selera. Untuk satu lembar foto, tarif yang dikenakan sebesar Rp35.000. Photobooth tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Menurut dia, sejak pertama dibuka, antusiasme pengunjung terbilang tinggi, terutama pada hari-hari awal pembukaan.

"Kalau saya ngitung kertasnya, itu kalau satu hari kan satu paket itu paling 150 lembar minimal. Ya (rata-rata) hampir 200 - 300 lembar," bebernya.

Ia menyebut, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan muda-mudi yang datang bersama teman. Meski demikian, ada pula keluarga yang ikut mencoba.

"Kemarin pas pertama buka tanggal 25 itu paling banyak yang datang dari luar kota dan luar pulau itu Kalimantan, Sumatera, Riau, Aceh, dan Bali," imbuhnya. (idy)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.