TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pergerakan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di Kabupaten Bandung menunjukkan tren yang kontradiktif.
Meski volume kendaraan di jalur wisata terpantau padat merayap, tingkat okupansi perhotelan justru terjun bebas hingga 30 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung, jumlah kunjungan wisatawan sebenarnya sangat tinggi:
Kepala Disparekraf Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan, mengungkapkan bahwa tingginya angka kunjungan tidak berdampak signifikan pada sektor ekonomi karena rendahnya Length of Stay (LOS) atau lama tinggal.
Baca juga: Hari Pertama 2026, Jalur Wisata Pacira Kabupaten Bandung Dipadati Kendaraan Wisatawan
"Target kami lama tinggal itu 1 sampai 3 hari dengan rata-rata belanja Rp300.000 per hari. Namun saat ini mayoritas tidak menginap," jelas Wawan, Kamis (1/1/2026).
Ia menyebut penurunan daya beli masyarakat dan kekhawatiran terkait isu kebencanaan menjadi faktor utama wisatawan memilih hanya berkunjung sebentar (one-day trip).
Meski data awal menunjukkan penurunan, Disparekraf tetap optimis angka okupansi akan sedikit terangkat mengingat masih adanya sisa akhir pekan dan hari libur keagamaan.
"Kita masih menunggu data akhir pekan ini dan libur Isra Miraj. Kami harap ada penambahan jumlah hunian," pungkasnya.(*)
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama