Ibu Meninggal 2 Hari Pasca Melahirkan di Rutan Porong, Nasib Sang Bayi Kini Ditanggung Pemkab
January 02, 2026 01:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Kisah pilu datang dari Rumah Tahanan (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Seorang ibu berinisial PDA (39), warga binaan asal Gresik, meninggal dunia hanya dua hari setelah melahirkan bayi laki-lakinya.

PDA diketahui terkena serangan jantung. Ia meninggalkan sang buah hati yang baru saja lahir ke dunia.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat untuk memastikan bayi tersebut mendapatkan kasih sayang dan perawatan yang layak.

Baca juga: 37.910 Personel TNI yang Dikerahkan ke Daerah Bencana Akan Dapat Uang Semangat, Berapa Per Orang?

Perhatian Pemkab Sidoarjo

Pada Rabu (31/12/2025), Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, datang langsung ke Rutan Porong untuk menjemput bayi tersebut.

Langkah ini diambil agar sang bayi bisa tumbuh di lingkungan yang lebih baik daripada di dalam penjara.

“Iya, hari ini kami dari Pemkab Sidoarjo menerima penyerahan bayi yang ibunya melahirkan di rutan. Dua hari setelah melahirkan, ibu bayi tersebut meninggal dunia karena serangan jantung,” tutur Mimik Idayana.

Saat ini, bayi tersebut sudah berusia sekitar dua minggu. Wabup Mimik berharap, meski tanpa kehadiran sang ibu, anak ini bisa tumbuh dengan baik.

“Semoga dengan perawatan yang bagus, dia bisa menjadi anak yang sehat dan membanggakan,” tambahnya.

Perawatan Penuh dari Pemerintah

Setelah dijemput, bayi tersebut akan dirawat oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Segala kebutuhannya, mulai dari susu, kesehatan, hingga pengasuhan, akan dijamin sepenuhnya.

Sri Mariyani, Kepala UPT Perlindungan Balita Sidoarjo, memastikan pihaknya akan memberikan pendampingan total.

“Kami siap melindungi dan merawat hingga usia lima tahun. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, hingga terapi,” jelasnya.

Pihak Rutan pun merasa lega dengan bantuan ini. Kepala Rutan, Yuyun Nurliana, menyebutkan bahwa rutan memang tidak memiliki fasilitas untuk merawat bayi, apalagi jika ibunya sudah tiada.

“Alhamdulillah Wakil Bupati hadir langsung. Kerja sama dengan Dinas Sosial sangat membantu kami,” katanya.

Tak hanya bayi tersebut, Wabup Mimik juga memberikan perhatian kepada tiga anak lain yang ibunya masih mendekam di Rutan Porong.

Selama ini, mereka hidup telantar di kos-kosan tanpa sekolah dan pengasuh.

Ketiga anak itu kini akan dibawa ke sebuah pondok pesantren di Sidoarjo untuk disekolahkan dan dirawat dengan layak.

“Rencananya anak-anak ini akan saya tempatkan di Yayasan Pondok Pesantren Arrohman-Arrohim agar mendapatkan perhatian dan pendidikan yang layak,” ungkap Wabup Mimik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.