Pertumbuhan Layanan Logistik Digital Dorong Ekspansi ke Luar Jawa
January 02, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Industri logistik digital di Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Ekspansi layanan ke luar Pulau Jawa, peningkatan jumlah pengguna dan mitra pengemudi, serta lonjakan permintaan pengiriman menjadi indikator utama geliat sektor ini.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, tantangan struktural dan kebutuhan regulasi adaptif masih membayangi.

Sepanjang tahun, sejumlah platform logistik digital memperluas jangkauan layanan ke luar Jawa. Salah satu tonggak penting terjadi pada Oktober 2025, ketika layanan pengiriman berbasis aplikasi mulai beroperasi di Medan, Sumatera Utara.

Ekspansi ini menandai pergeseran fokus industri dari pasar metropolitan ke kota-kota sekunder dan wilayah penyangga.

Permintaan pengiriman mencapai puncaknya pada 24 Desember 2025, dengan lonjakan pesanan sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa.

Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di sisi pengguna individu, tetapi juga pada segmen korporasi.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi kontributor signifikan terhadap peningkatan kebutuhan pengiriman fleksibel dan cepat.

Baca juga: Elon Musk: Neuralink Siap Produksi Massal Implan Otak Mulai 2026

Sepanjang 2025, jumlah pengguna aktif layanan logistik digital meningkat hingga 36 persen, sementara mitra pengemudi tumbuh lebih dari 20 persen. Volume pemesanan naik 34 persen secara tahunan. Sebagai pembanding, Anteraja dan SiCepat juga memperluas layanan ke luar Jawa, dengan fokus pada integrasi e-commerce dan efisiensi biaya, menunjukkan kompetisi antar pemain semakin ketat.

Salah satu penyedia layanan logistik digital yang mencatat ekspansi ke luar Jawa pada 2025 adalah Lalamove, yang mulai beroperasi di Medan sejak Oktober tahun lalu.

“Ekspansi ke luar Pulau Jawa merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk menghadirkan solusi logistik yang relevan dan mudah diakses oleh lebih banyak pelaku UMKM di berbagai daerah,” ujar Managing Director Lalamove Indonesia Andito B Prakoso, dikutip Kamis (1/1/2026).

Pengamat logistik Supply Chain Indonesia, Setijadi, menilai ekspansi layanan digital ke luar Jawa strategis, tetapi harus diiringi kesiapan infrastruktur dan regulasi.

Ia memperkirakan sektor transportasi dan pergudangan akan menyumbang sekitar Rp 1.703 triliun ke PDB pada 2026 dengan pertumbuhan 9,31 persen, sambil mengingatkan masih ada tantangan biaya logistik tinggi, infrastruktur belum merata, dan integrasi sistem yang lemah.

Pertumbuhan logistik digital bukan hanya soal ekspansi layanan, tetapi juga soal pemerataan manfaat ekonomi.

Kehadiran layanan ini membuka akses pasar bagi UMKM di daerah, mempercepat distribusi barang kebutuhan pokok, dan mendukung konektivitas ekonomi lokal dengan pasar nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.