TRIBUNNEWS.COM – Nama Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane kerap disebut sebagai pelatih terbaik yang pernah menangani Cristiano Ronaldo selama membela Real Madrid. Namun, fakta menarik justru diungkap oleh mantan gelandang Los Blancos, Luka Modric.
Pemain AC Milan itu membongkar sosok pelatih Real Madrid yang paling membekas bagi Ronaldo. Bahkan, pelatih tersebut disebut pernah membuat megabintang asal Portugal itu menangis di ruang ganti.
Menurut Modric, sosok yang dimaksud bukan Ancelotti maupun Zidane, melainkan Jose Mourinho, pelatih yang membawa Real Madrid memasuki era baru sebelum dominasi Eropa di bawah Zidane.
Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih berkarakter keras, penuh tuntutan, serta memiliki pendekatan emosional yang kuat terhadap para pemainnya.
Modric menilai, metode tersebut justru menciptakan hubungan yang sangat dalam antara Mourinho dan Ronaldo, melampaui sekadar relasi profesional.
Tekanan besar yang diberikan Mourinho disebut mampu mendorong Ronaldo mencapai level terbaiknya, meski tak jarang memicu luapan emosi sang bintang.
“Mourinho adalah yang paling tangguh. Saya melihatnya membuat Cristiano Ronaldo menangis di ruang ganti, seorang pria yang selalu memberikan segalanya di lapangan karena untuk sekali ini dia tidak mengejar bek sayap lawan,” ujar Modric, dikutip dari Corriere.
“Mourinho sangat lugas dengan para pemain, tetapi dia jujur. Dia memperlakukan Sergio Ramos dan pemain baru dengan cara yang sama."
"Jika dia harus memberi tahu Anda sesuatu, dia akan mengatakannya secara langsung,” tambahnya.
Baca juga: Kabar Pilu Tahun Baru Real Madrid, Kylian Mbappe Absen Hampir 1 Bulan Gegara Cedera
Jose Mourinho menangani Real Madrid sejak Juni 2010 hingga Juli 2013.
Dalam kurun tiga musim tersebut, pelatih asal Portugal itu mempersembahkan sejumlah trofi bagi Los Blancos, termasuk La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Namun, ia gagal mempersembahkan gelar Liga Champions.
Meski demikian, Modric menyebut bahwa Mourinho bukanlah pelatih terbaik versinya. Menurutnya, sosok yang paling berkesan justru adalah Carlo Ancelotti.
Modric menilai pendekatan Ancelotti terhadap para pemain Real Madrid menjadi pembeda utama dibandingkan pelatih lainnya.
“Carlo adalah nomor satu. Sulit menemukan kata-kata yang tepat. Bukan hanya karena kualitasnya di bangku cadangan, tetapi juga karena kepribadiannya,” ujar Modric.
“Kami sering berbicara tentang Milan dan AC Milan ketika berada di Madrid. Tempat ini juga sangat spesial baginya,” lanjut pemain AC Milan itu.
Modric juga mengenang kedekatan personalnya dengan Ancelotti di luar lapangan.
“Saya ingat pertama kali bertemu dengannya. Saya sendirian di kota, lalu dia menelepon dan berkata, ‘Ayo, makan malam denganku.’ Kami mengobrol berjam-jam tentang sepak bola, keluarga, dan kehidupan.”
“Biasanya pelatih tidak sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada pemain. Dia melakukannya,” tambah Modric.
Selain membahas mantan pelatih Real Madrid, Modric juga diminta pendapatnya mengenai perbandingan antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
“Itu pertanyaan yang tidak saya sukai. Mereka menandai sebuah era. Saya lebih terikat dengan Cristiano karena saya pernah bermain bersamanya. Dia rekan saya di Madrid, dan saya jamin dia bukan hanya pesepakbola hebat, tetapi juga pribadi yang luar biasa,” kata Modric.
“Banyak orang tidak tahu, tetapi dia memiliki hati yang besar, selalu siap membantu orang lain. Dia pria yang sederhana dan sangat normal,” lanjutnya.
Ketika diminta berbicara tentang Messi, Modric memberikan penghormatan serupa.
“Sebagai pribadi, saya tidak mengenalnya. Namun sebagai pemain, dia luar biasa. Saya tidak ragu bahwa dia juga sosok yang hebat,” tutup Modric.
(Tribunnews.com/Ali)