Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Kriminalitas di Kabupaten Boyolali menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025.
Polres Boyolali mencatat lonjakan jumlah laporan polisi yang berdampak pada bertambahnya jumlah tersangka yang harus berhadapan dengan hukum.
Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto menyampaikan, selama 2025 terdapat 181 laporan polisi yang masuk.
Angka tersebut meningkat 40,31 persen dibandingkan tahun 2024.
“Jumlah laporan polisi tahun ini mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan tahun lalu,” ujar Rosyid saat rilis akhir tahun di Mapolres Boyolali.
Baca juga: Kisah Adisoemarmo Wirjokusumo, Pahlawan Nasional yang Diabadikan jadi Nama Bandara di Boyolali
Dari seluruh laporan tersebut, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) menjadi yang paling dominan dengan total 32 kasus.
Lima di antaranya menyasar lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah dua kasus sudah berhasil kami ungkap, sementara tiga lainnya masih dalam proses penyelidikan maupun penyidikan,” jelasnya.
Selain curat, Polres Boyolali juga menangani 25 kasus pencurian sepeda motor (curanmor) dan 20 kasus penipuan sepanjang tahun 2025.
Meningkatnya jumlah laporan turut berdampak pada tingkat penyelesaian perkara.
Hingga akhir tahun, persentase penyelesaian perkara tercatat 74,37 persen, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Selama 2025, Polres Boyolali menetapkan 141 tersangka, terdiri dari lima perempuan dan 16 anak.
Untuk kasus perlindungan perempuan dan anak (PPA), tercatat 38 laporan polisi.
Baca juga: Malam Tahun Baru di Boyolali Sisakan 2 Ton Sampah di 3 Titik, DLH Soroti Rendahnya Kesadaran Warga
Dari jumlah tersebut, 27 kasus telah diselesaikan, sementara sisanya masih dalam proses penyelidikan.
“Tren kasus PPA di Boyolali meliputi persetubuhan, perbuatan asusila, kekerasan terhadap anak, serta kekerasan dalam rumah tangga,” ungkap Rosyid.
Di bidang lalu lintas, jumlah kecelakaan juga mengalami kenaikan.
Sepanjang 2025 tercatat 1.386 kejadian kecelakaan, naik 6,21 persen dibandingkan 2024 yang mencatat 1.305 kejadian.
Meski angka kecelakaan meningkat, Rosyid menyebut tingkat fatalitas justru menurun. Namun, ia menyoroti usia korban yang semakin muda.
“Fatalitas memang turun, tapi usia korban semakin turun. Artinya, banyak korban kecelakaan lalu lintas yang berusia di bawah 20 tahun,” pungkasnya.