Pelajar sampai Trauma & Putus Sekolah usai Dibully Tak Punya HP, Istri Wabup Nangis Lihat Kondisinya
January 02, 2026 11:14 AM

TRIBUNJATIM.COM - Nersy seorang pelajar asal Kota Purwakarta, Jawa Barat, menjadi korban bullying teman-temannya di sekolah.

Akibatnya, pelajar bertubuh kurus tersebut dikabarkan sampai mengalami trauma. 

Diduga Nersy dirundung karena ia tidak memiliki handphone atau ponsel.

Baca juga: Ibu-ibu Nekat Keluar Mobil saat Keliling Taman Safari, Aksinya di Kandang Jerapah Jadi Sorotan

Nersy juga tak cuma mengalami trauma.

Siswi yang sehari-hari cuma tinggal bersama sang nenek tersebut juga sampai putus sekolah.

Ya, Nersy kini tidak lagi mengenyam pendidikan seperti anak-anak seusianya.

Hal itu lantaran kondisi Nersy yang memprihatinkan dan tak bisa lagi melakukan aktivitas seperti anak-anak normal.

Kisah pilu Nersy tersebut dibagikan oleh istri Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin, Evi Yusrari.

Wanita yang berprofesi sebagai dokter ini memviralkan kasus Nersy yang mengalami trauma berat lantaran diduga dibully teman-temannya di sekolah.

"Putus sekolah karena sering dibully tidak mempunyai HP. Stop bullying," tulis dr Evi dalam postingannya beberapa minggu lalu, di akun Instagramnya.

Saat pertama kali mendatangi rumah Nersy, dr Evi mencoba untuk menghiburnya.

dt Evi pun mengajak Nersy mengobrol, tapi tak direspons.

Tatapan mata Nersy kosong, dan ia terus memandangi ke arah depan.

Melihat kondisi Nersy yang tak bisa diajak berbicara, dr Evi terus berusaha.

"Ayo dong cerita, tante belum punya anak, enggak ada teman cerita, cuma Bang Ijo doang temannya. Kita ngobrol yuk," imbuh dr Evy.

Baru beberapa menit bertemu, dr Evi berhasil membuat Nersy tersenyum.

Senyum Nersy mendadak muncul saat dr Evi menyebut soal handphone.

Dalam kunjungannya tersebut, dr Evi rupanya membawakan Nersy ponsel terbaru.

"Eh, Nersy, aku kan beliin Nersy handphone, nanti sebentar dokter isi kartu handphone terus kita WhatsApp-an, kita video call-an, oke ya," ujar dr Evi.

Melihat ada kotak handphone di depannya, Evi langsung tersenyum.

Tapi matanya tetap kosong dan mulutnya masih belum bisa berbicara normal.

Kendati demikian, dr Evi tetap puas pada perkembangan Nersy.

"Dokter beliin handphone, abang Jo beliin handphone, kita bisa video call-an, kita unboxing ya," pungkas dr Evi.

Baca juga: Misnawati Nelangsa Kebun Dilumat Habis Gelondongan Kayu saat Banjir, Kini Jual Daun Buat Makan

Lebih lanjut, dr Evi pun merekam obrolannya dengan nenek Nersy.

Ternyata selama ini Nersy cuma tinggal bersama sang nenek saja di rumah.

Melihat cucunya tak lagi normal seperti anak pada umumnya, nenek Nersy pilu.

Curhat ke istri Wabup, nenek Nersy mengaku cuma ingin cucu kesayangannya sembuh seperti sediakala.

Ia pun sedih saat Nersy mendadak berubah sikapnya setelah mendapatkan aksi perundungan di sekolah.

"Bukan soal punya atau tidak punya hp,yang menyakitkan adalah ketika seorang anak merasa tidak berharga karena perbedaan materi,BULLIYING bukan candaan tetapi luka batin yang tersimpan ,mari saling menjaga bukan menjatuhkan," tulis dr Evi.

Viral di medsos kisah pelajar di Purwakarta dibully teman sekolah karena tak punya HP. Kondisinya pilu hingga membuat istri wakil Bupati Evi Yusrari menangis.
Viral di medsos kisah pelajar di Purwakarta dibully teman sekolah karena tak punya HP. Kondisinya pilu hingga membuat istri wakil Bupati Evi Yusrari menangis. (Instagram/dr.eviyusrari)

Setelah mengunjungi Nersy, dr Evi pun pamit untuk pulang.

Selang 10 hari kemudian, dr Evi kembali mendatangi kediaman Nersy untuk menengoknya.

Tak seperti saat pertama kali bertemu, Nersy terlihat sudah bisa melakukan banyak hal di depan dr Evi.

Bahkan, Nersy sudah mengerti beberapa omongan dr Evi seperti misal diminta tersenyum, ia tersenyum.

Melihat perkembangan drastis Nersy setelah ia kunjungi, Evi puas dan terharu.

"Udah gerak-gerak dia, udah duduk duduk, udah senyum. Udah mulai banyak perubahan ya nih," imbuh dr Evi.

Kini Evi terus memantau perkembangan Nersy supaya lekas normal seperti anak seusianya.

Sebab kata Evi, nenek yang mengurus Nersy kini tak lagi muda dan butuh juga dirawat.

"Nenek harus dijaga sama Nersy ya pokoknya, harus sehat ya nak," ujar dr Evi.

Baca juga: Pedagang Kukusan Korban Penganiayaan Preman BKT Kesal Laporannya Ditolak Polisi, Alasan Libur Nataru

Melihat kisah Nersy yang memilukan, netizen pun ramai berkomentar.

"Ya Allah ya rabb.... pulihkan kesehatan anak ini. Baik mental dan fisiknya"

"Segitu dahsyatnya bullying merusak mental dan jiwanya"

"Kosong.... Matanya kosong bngt Ya Allah"

"Ya Tuhan sampe kosong matanya"

"Jadi ikutan hancur juga lihatnya"

Kejadian lainnya

Sebelumnya, aksi dugaan bullying oleh beberapa siswa SMA swasta di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, juga viral di medsos.

Dalam sebuah video berdurasi 20 detik yang viral beredar, memperlihatkan aksi siswa SMA dianiaya temannya.

Ia dianiaya temannya dengan cara diinjak dan dipukul berkali-kali tanpa perlawanan.

Sementara teman-teman lainnya hanya menonton tanpa berusaha melerai.

Peristiwa ini tampak terjadi di sebuah area kebun, bukan di lingkungan sekolah.

Namun, para pelaku dan korban masih mengenakan seragam sekolah. 

Suara dalam video bahkan terdengar memprovokasi aksi tersebut.

"Pancalo, mati sisan (injak saja, biar mati sekalian)," ujar salah satu suara dalam video.

Tangkapan layar dua orang remaja diduga berasal dari siswa SMA swasta di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melakukan perkelahian dan pembullyan. Video tersebut pun viral di media sosial.
Tangkapan layar dua orang remaja diduga berasal dari siswa SMA swasta di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melakukan perkelahian dan pembullyan. Video tersebut pun viral di media sosial. (Instagram/groboganupdates)

Video yang diunggah oleh akun Facebook Abm Putra ini telah ditonton lebih dari 51 ribu kali, mendapat 254 komentar, dan dibagikan 224 kali.

Dalam unggahan tersebut, pengunggah meminta pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut.

"Pembullyan, tolong Kapolres Grobogan dan Polsek Gubug segera ditindaklanjuti," tulis pengunggah dalam keterangan videonya.

Menanggapi hal tersebut, KBO Satreskrim Polres Grobogan, Iptu Imam Siswanto, buka suara.

Ia membenarkan adanya video yang memperlihatkan perkelahian antar remaja di Kecamatan Gubug. 

Namun, pihaknya menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan tindakan bullying.

"Tidak ada pembullyan. Hanya kenakalan remaja. Saling berkelahi," ujarnya, Jumat (17/10/2025), dikutip dari Tribun Jateng.

Iptu Imam juga menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melakukan mediasi antara para siswa yang terlibat. 

"Informasi dari sekolah sudah mediasi. Tapi hari ini ada yang melaporkan ke Polsek Gubug," tambahnya.

Sementara itu, pihak Kapolsek Gubug belum memberikan keterangan resmi terkait laporan yang masuk.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.