SURYA.co.id - Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2012–2014 yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno, terlihat mengunjungi kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo di Surakarta, Jawa Tengah, pada Sabtu (27/12/2025).
Kehadiran Pratikno terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Pratikno tampak datang seorang diri dan langsung memasuki rumah Jokowi tanpa didampingi pejabat lain.
Dari visual yang beredar, Pratikno mengenakan kemeja batik yang dipadukan dengan celana panjang hitam.
Saat tiba di lokasi, ia sempat berinteraksi singkat dengan warga sekitar yang menyapanya.
"Pak Pratikno," ucap seorang warga, melansir dari Tribunnews.
"Inggih (iya)," jawab Pratikno yang buru-buru berjalan masuk ke dalam rumah Jokowi.
Gestur tersebut menunjukkan sikap sopan Pratikno yang tetap membalas sapaan warga meski berjalan cepat menuju ke dalam rumah Presiden ke-7 RI itu.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait tujuan maupun agenda pertemuan Pratikno dengan Joko Widodo.
Baik pihak Pratikno maupun lingkaran Jokowi belum memberikan pernyataan terbuka mengenai isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut.
Nama Pratikno sendiri dikenal luas di dunia akademik dan pemerintahan.
Selain pernah menjabat sebagai Rektor UGM, ia juga memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan era Presiden Jokowi, termasuk sebagai Menteri Sekretaris Negara sebelum menduduki posisi Menko PMK.
Kunjungan ini pun memunculkan beragam spekulasi publik, terutama di tengah dinamika politik nasional pasca-Pemilu, meski belum ada konfirmasi yang mengaitkan pertemuan tersebut dengan agenda politik tertentu.
Melansir dari Wikipedia, Pratikno lahir di Padangan, Bojonegoro pada 13 Februari 1962.
Ia menjabat Menteri Sekretaris Negara pada Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sejak 27 Oktober 2014.
Pada 23 Oktober 2019 ia dipilih kembali menjadi Menteri Sekretaris Negara pada Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin periode 2019-2024.
Dan, sejak 21 Oktober 2024 hingga saat ini, Pratikno menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan kabinet Prabowo-Gibran.
Pratikno memulai pendidikan dasar dan menengahnya di Bojonegoro.
Ia bersekolah SMP Padangan (sekarang SMP Negeri 1 Padangan Bojonegoro), kemudian melanjutkan pendidikan menengah atas di SMPP Bojonegoro (sekarang SMA Negeri 2 Bojonegoro). Pratikno lulus SMPP pada tahun 1980
Selanjutnya di tingkat pendidikan tinggi, Pratikno meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada pada 1985 tahun.
Kemudian ia melanjutkan magisternya bidang Administrasi Pembangunan di Inggris.
Pratikno meraih gelar Master of Social Science (M.Soc.Sc.) dari Birmingham University pada tahun 1991.
Selanjutnya ia menempuh pendidikan doktoral bidang Ilmu Politik di Flinders University, Australia. Ia memperoleh gelar Doktor Filsafat pada tahun 1997.
Pratikno memulai karier profesionalnya sebagai akademisi di almamaternya.
Ia menjadi Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1986.
Dalam jabatan struktural, Pratikno ditunjuk sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik pada tahun 2001–2004.
Seiring jabatannya sebagai Wakil Dekan, ia juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Pascasarjana Politik Lokal dan Otonomi Daerah dari tahun 2003 hingga 2008.
Selanjutnya, Pratikno terpilih sebagai Fakultas Ilmu Sosial dan Politik untuk periode 2008 hingga 2012.
Pratikno terpilih menjadi Rektor Universitas Gadjah Mada untuk periode 2012 hingga 2017.
Namun, Pratikno menanggalkan jabatannya pada tahun 2014, karena ditunjuk sebagai Menteri Sekretaris Negara.
Pendidikan:
Pengalaman profesional:
Pratikno terjun di dunia pemerintahan pada tahun 2006.
Dari tahun 2006 hingga 2007, ia menjadi tim ahli Anggota Tim Ahli Bidang Hukum, Sosial Politik, dan Otonomi Daerah di Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia (sekarang Kementerian Dalam Negeri).
Posisi digeser menjadi Anggota Tim Ahli Konsepsi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Departemen yang sama dalam waktu 2007 hingga 2012.
Di tahun 2014, ia ditunjuk sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) oleh Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo.
Ia dipercaya selama 2 periode dan menjadi tangan kanan presiden Joko Widodo.
Pratikno selama menjabat turut mengumumkan pernyataan presiden serta menyusun secara administrasi peraturan presiden hingga keputusan presiden.
Di awal tahun 2015, Budi Gunawan menjadi calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), namun mengalami kontroversi karena tidak lama setelah pencalonan, Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Kemudian, Mensesneg Pratikno meminta Budi Gunawan untuk mundur sebagai calon Kapolri.
Kurang lebih seminggu kemudian, Pratikno menyampaikan keterangan pers Presiden yang mencalonkan Badrodin Haiti sebagai calon tunggal Kapolri.
Pada Mei 2015, Mensesneg Pratikno melantik Kepala Sekretariat Presiden, Kepala Sekretariat Wakil Presiden serta 4 Deputi Sekretariat Wakil Presiden.
Pada September 2016, Pratikno dirumorkan bertemu ketua umum partai untuk Pemilihan Kepala Daerah 2017, namun kabar itu dibantah oleh Pratikno sendiri.
Ia menegaskan bersikap netral di Pilkada 2017.
Pada Oktober 2016, Mensesneg Pratikno mendampingi Presiden Joko Widodo menerima delegasi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi yang bahas reformasi perpajakan di Indonesia.
Pada November 2017, Mensesneg Pratikno bersama Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meluncurkan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas-Ngandong sebagai area pengembangan pendidikan dan pelatihan dalam pengelolaan hutan bagi sivitas akademika Universitas Gadjah Mada.
Sejak 21 Oktober 2024 hingga saat ini, Pratikno menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan kabinet Prabowo-Gibran.