TRIBUNPEKANBARU.COM - Simak Pembahasan dan Kunci Jawaban PAI Budi Pekerti Kelas 5 Halaman 194 Kisah Rasulullah dan Pengemis Buta.
Kisah ini memberikan teladan tentang sikap sabar, kasih sayang, dan akhlak mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Melalui pembelajaran PAI Budi Pekerti, siswa kelas 5 diajak memahami pentingnya berbuat baik kepada sesama tanpa membedakan latar belakang.
Pembahasan dan kunci jawaban PAI Budi Pekerti Kelas 5 halaman 194 ini disusun untuk membantu siswa memahami isi materi dengan lebih mudah.
Nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kisah ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mempelajari kisah Rasulullah dan pengemis buta, siswa diharapkan mampu meneladani akhlak terpuji dalam bersikap dan bertindak.
Semoga pembahasan ini dapat mendukung proses belajar yang bermakna dan menyenangkan.
Inilah
Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti kelas 5 Halaman 194 Kurikulum Merdeka Kisah Rasulullah dan Pengemis Buta.
Aktivitasku
Bacalah Kembali dengan baik kisah Rasulullah saw, dan pengemis yahudi buta. Temukanlah hikmah yang terkandung dari kisah tersebut yang belum dijelaskan di atas. Tentukanlah jawabanmu di buku tulismu!
Jawaban:
Kisah Rasulullah SAW dan pengemis Yahudi buta mengandung banyak pelajaran yang dalam. Setiap hari, Rasulullah SAW melewati seorang pengemis buta dari kalangan Yahudi yang duduk di jalan dan meminta sedekah. Pengemis tersebut sering mengkritik Rasulullah saw dan ajaran Islam.
Suatu hari, Rasulullah saw bertanya tentang pengemis tersebut, dan setelah mengetahui kematiannya, beliau memerintahkan untuk memakamkannya dengan penuh penghormatan.
Dari kisah ini, kita bisa mendapatkan beberapa hikmah, seperti:
1. Kesabaran dalam Menghadapi Ujian
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk tetap sabar meskipun dihina atau dikritik, bahkan jika itu datang dari seseorang yang tidak kita kenal dengan baik. Beliau tidak membalas hinaan dengan kebencian, melainkan dengan sikap sabar.
2. Menghormati Semua Manusia
Meski pengemis itu seorang Yahudi dan sering mengkritik Islam, Rasulullah saw tetap memperlakukan dengan penuh penghormatan. Ini mengajarkan kita untuk tidak membedakan orang berdasarkan agama atau latar belakang, dan selalu menghormati setiap individu.
3. Memaafkan dan tidak Mengingat Kesalahan
Ketika pengemis itu meninggal, Rasulullah saw tidak merasa perlu membalasnya, meskipun pengemis tersebut telah berbuat buruk kepadanya. Hal ini menunjukkan bahwa memaafkan dan tidak menyimpan dendam adalah sikap mulia yang seharusnya kita miliki.
4. Berbuat Baik dalam Segala Keadaan
Rasulullah saw selalu berusaha berbuat baik, meskipun berada di tengah kondisi yang sulit atau tidak menguntungkan. Ini mengajarkan kita untuk tetap berbuat baik dan menunjukkan sikap positif kepada orang lain, tidak peduli bagaimana orang tersebut berperilaku terhadap kita.