Kendaraan Operasional Penyuluh DKP Batang Jadi Sorotan, 60 Persen Rusak
January 02, 2026 02:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Di balik aktivitas penyuluhan perikanan yang rutin menjangkau pesisir hingga pelosok Kabupaten Batang, tersimpan persoalan klasik, kendaraan operasional kian menua dan rentan rusak.

Fakta itu terungkap saat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Batang menggelar apel kendaraan operasional sebagai pembuka agenda kerja awal tahun.

Plt Kepala DKP Kabupaten Batang, Agung Wisnu Barata menyebut, apel kendaraan ini bukan sekadar formalitas, melainkan cek kesehatan armada yang setiap hari dipacu di medan berat pesisir.

Baca juga: PBNU Resmikan 69 SPPG di Batang, Gus Yahya Target 1.000 Titik pada 2026

• Wisatawan di Batang Pilih Liburan Hemat Demi Menyambut Lebaran

“Kalau orang bicara kesehatan, kendaraan juga sama."

"Kami cek, masih layak atau perlu penanganan khusus,” kata Agung kepada Tribunjateng.com, Jumat (2/1/2026).

Dari hasil pemeriksaan, kondisi armada penyuluh menjadi perhatian utama. 

Dari lima mobil dan 44 sepeda motor operasional, hanya sekira 40 persen yang dinilai masih prima.

Sisanya, 30 persen mengalami rusak ringan dan 30 persen rusak berat.

“Yang rusak berat ini rata-rata kendaraan lama dan pemakaiannya memang intens di lapangan, terutama untuk penyuluh,” ungkapnya.

Motor dan mobil penyuluh perikanan, menurut Agung, menjadi unit paling rentan karena hampir setiap hari harus menembus wilayah pesisir, tambak, hingga desa-desa terpencil. 

Kondisi itu diperparah oleh faktor alam.

Sekretaris DKP Kabupaten Batang, Hermanto menjelaskan, rob dan air laut menjadi “musuh utama” kendaraan dinas di wilayah pesisir.

“Pasti ada rob, ada air laut. Itu membuat kendaraan cepat keropos dan rusak,” ujarnya.

Baca juga: Hujan Tak Surutkan Semangat UMKM di Batang Expo, Rohmah Bertahan Raup Omzet Jutaan

• Lampu, Cinta, dan Harapan: Festival Cahaya Batang Jadi Magnet Warga di Momen Pergantian Tahun

Tak hanya pesisir, medan pelosok juga memberi tekanan tersendiri. 

Jalan rusak dan jarak tempuh panjang membuat usia kendaraan kian pendek.

Meski begitu, DKP belum mengibarkan bendera putih. 

Agung menegaskan, kendaraan rusak berat maupun ringan masih berpeluang diselamatkan melalui perbaikan bertahap, meski di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

“Harapan kami, yang rusak bisa segera diperbaiki agar 2026 siap,” ucapnya.

Dia juga mengapresiasi pegawai yang selama ini merawat kendaraan dinas semaksimal mungkin.

“Perawatannya sebenarnya sudah cukup bagus, dengan segala keterbatasan,” ungkapnya.

Apel kendaraan ini menjadi potret kecil tantangan kerja penyuluh dan dinas teknis di lapangan. 

Di tengah tuntutan layanan kepada masyarakat pesisir, kesiapan armada masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintah daerah agar roda pelayanan tetap berjalan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.