Bayi 6 Bulan Ditinggal Sendirian di Kamar Kos Bukan Ditelantarkan, Ayahnya Kerja di Hotel, Ibu Pergi
January 02, 2026 02:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Kejadian seorang bayi ditinggal sendirian di kamar kos di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, viral di media sosial (medsos).

Dalam video yang viral beredar, disertai narasi yang menyebut bayi berusia tiga bulan ditelantarkan oleh orang tuanya. 

Rekaman tersebut memicu keprihatinan publik dan memunculkan dugaan penelantaran anak.

Baca juga: Dulu 3 Kuintal Ludes, Penjual Jagung Kini Sepi Pembeli di Tahun Baru, Sudah 30 Tahun Berdagang

Namun, fakta di lapangan justru menghadirkan cerita yang berbeda dan mengundang haru.

Klarifikasi pun disampaikan setelah pihak terkait turun langsung melakukan pengecekan.

Diketahui, bayi tersebut tinggal di Jalan Abdul Kadir, Kota Makassar.

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit tersebut, terlihat seorang pria masuk ke kamar kos setelah mendengar suara tangisan bayi.

Narasi dalam unggahan tersebut menyebut adanya dugaan penelantaran bayi perempuan berusia tiga bulan yang kerap ditinggal sendirian, saat orang tuanya bekerja malam hari.

"Vir4l diMakassar... B4yi umur 3 bul4nan ditinggal sendiri4n di K0s saat mal4m, karn4 Orangtuanya pergi KERJ4.

H4ti ini terasa ses4k membayangk4n b4yi mung!l yang ditingg4l sendiri4n di kos, sementara orangtuanya harus pergi bekerj4 untuk mencukupi kebutuhanny4.

Di balik senyum manisny4, ada kesepi4n yang tak terkatak4n. Di balik tangisanny4, ada doa agar orangtuanya segera pul4ng.

Smoga Allah selalu melindungi dan menjag4 b4yi mung!l ini, dan semoga orangtuanya diberi kekuat4n dan kesabar4n dalam menjalani hidup."

Demikian keterangan yang dituliskan pemilik akun tersebut.

Video tersebut menyebar luas dan membuat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar bergerak cepat memberikan penjelasan.

Untuk memastikan kondisi sebenarnya, Kepala Dinas PPA Makassar, Ita Isdiana Anwar, langsung menurunkan tim UPTD PPA bersama petugas Home Care dari Dinas Kesehatan pada Senin (29/12/2025).

Hasil pemeriksaan medis memastikan bayi yang ternyata berusia enam bulan tersebut berada dalam kondisi sehat dan terawat.

"Kami sudah memantau langsung. Kondisi fisiknya bagus dan sehat," kata Ita, Selasa (30/12/2025), melansir Tribun Timur.

Ia menambahkan, si bayi sempat mengalami demam ringan akibat faktor cuaca dan telah mendapatkan penanganan dari tim medis.

"Meskipun sempat sedikit demam karena faktor cuaca, tim medis sudah memberikan obat," jelasnya.

Ita juga meluruskan informasi yang keliru di media sosial.

Usia bayi tersebut bukan tiga bulan, melainkan enam bulan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ayah bayi tersebut bernama Gabriel (24). 

Baca juga: Pelajar sampai Trauma & Putus Sekolah usai Dibully Tak Punya HP, Istri Wabup Nangis Lihat Kondisinya

Sang ayah terpaksa meninggalkan anaknya seorang diri di kamar kos karena harus bekerja.

Dia kerja sebagai karyawan hotel pada shift malam, mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WITA.

Sementara itu, ibu bayi diketahui sedang berada di Toraja untuk mengurus keperluan keluarga.

Berdasarkan keterangan tetangga dan pemilik kos, Gabriel dikenal sebagai ayah yang penuh perhatian terhadap anaknya.

Ia bahkan kerap pulang setiap dua jam sekali di sela jam kerja hanya untuk memastikan kondisi sang bayi aman.

"Bapaknya selalu mengecek kondisi anak secara berkala. Saat ditinggal, bayi tersebut juga dibalut selimut dan dikelilingi bantal agar tidak terjatuh dari tempat tidur," kata Ita.

Selain itu, Gabriel biasanya menitipkan bayinya kepada pemilik kos yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya.

Namun, pada malam saat video direkam, kondisi sudah terlalu larut, sehingga ia tidak sempat menitipkan anaknya.

Kisah lainnya

Kisah penjual aksesoris bernama Dayat viral di media sosial setelah dibagikan oleh akun TikTok @pandu_respek.

Dalam video tersebut, Dayat membawa anaknya yang terlihat masih di bawah tiga tahun untuk berjualan.

Dayat berjualan menggunakan sepeda dengan besi yang sudah berkarat.

Di bagian belakang sepeda tersebut, terdapat susunan kayu untuk memajang aksesoris yang Dayat jual.

Anak Dayat duduk di antara susunan kayu tersebut dengan alas seperti kasur busa tipis yang terlipat menyesuaikan bangun ruang di celah-celah susunan kayu.

Akibat keterbatasan biaya operasional sehari-hari, Dayat mengaku seringkali harus mengutamakan kebutuhan konsumsi anaknya di atas kebutuhan pribadinya.

ANAK - Penjual aksesoris bernama Dayat viral setelah jualan berkeliling sambil membawa anak di Kota Cirebon. Kini ia ditemui Gubernur.
Penjual aksesoris bernama Dayat viral setelah jualan berkeliling sambil membawa anak di Kota Cirebon. Kini ia ditemui Gubernur. (TikTok/dedimulyadiofficial)

Dengan viralnya video tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pun menemui Dayat bersama anaknya.

Ia menemui langsung penjual aksesoris yang viral berkeliling sambil membawa anak di Kota Cirebon.

Dilansir dari unggahan TikTok milik Dedi Mulyadi, Selasa (30/12/2025), Dayat bertemu sang Gubernur didampingi oleh beberapa perangkat desa.

Dayat sendiri ternyata berasal dari Desa Kertamukti di Kabupaten Purwakarta.

Ia telah merantau selama 27 tahun di Kota Cirebon.

Kepada Dedi Mulyadi, Dayat menjelaskan bahwa istrinya pergi bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kuala Lumpur, Malaysia, selama dua bulan terakhir ini.

Selama sang istri pergi bekerja di Malaysia, Dayat mengurus anaknya di Kota Cirebon.

Hal itu terpaksa keluarga Dayat lakukan karena desakan ekonomi.

Mereka terjerat utang di bank emok atau pinjaman mikro berbasis kelompok, sebesar Rp8 juta.

Baca juga: Ibu-ibu Nekat Keluar Mobil saat Keliling Taman Safari, Aksinya di Kandang Jerapah Jadi Sorotan

Sebagai langkah awal, Dedi Mulyadi pun mengajak Dayat untuk bekerja di tempatnya sebagai kuli cangkul harian untuk sementara waktu.

"Mulai besok, kerja jadi kuli nyangkul di tempat saya. Lumayan lah, (upahnya) Rp150.000 sehari," ucap Dedi Mulyadi.

Setelah itu, kata Dedi Mulyadi, Dayat akan dipersiapkan untuk menjadi tenaga kebersihan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Nanti bulan Januari, kami persiapkan untuk bekerja jadi tenaga kebersihan (di) jalan provinsi yang lagi ramai (Jembatan Pamulihan)," ucap Dedi Mulyadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.