Kunjungan Wisata selama Libur Nataru di Karawang Naik 12,19 Persen, Geliatkan Ekonomi Lokal
January 02, 2026 03:11 PM

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG – Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kabupaten Karawang.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karawang Abas Sudrajat mengungkapkan, berdasarkan hasil monitoring hingga 1 Januari 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Karawang mencapai 17.330 orang, atau naik 12,19 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 15.217 wisatawan.

“Peningkatan kunjungan ini berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM, perhotelan, kuliner, dan jasa pendukung pariwisata,” ujar Abas, Jumat (2/1/2026).

Baca juga: Anomali Wisata di Kabupaten Bandung: Kendaraan Padat tapi Hunian Hotel Melorot

Menurutnya, tren wisata pada libur Nataru tahun ini menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat. 

Wisatawan tidak hanya datang berkunjung, tetapi juga membelanjakan uangnya untuk akomodasi, makanan, cenderamata, hingga hiburan keluarga.

Abas menuturkan, wilayah Karawang Selatan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi pariwisata. 

Destinasi alam seperti Curug Cigentis, Green Canyon Karawang, hingga kawasan glamping di perbukitan Sanggabuana mendorong tumbuhnya usaha warga, mulai dari homestay, warung makan, pemandu wisata, hingga jasa parkir dan transportasi lokal.

“Di sana terlihat jelas dampaknya, ekonomi masyarakat sekitar ikut bergerak. Banyak pelaku UMKM yang merasakan peningkatan omzet selama libur panjang,” katanya.

Tak hanya wisata alam, sektor wisata buatan dan urban juga berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah. 

Sejumlah waterpark berskala besar di kawasan Galuh Mas dan Summarecon Emerald Karawang mencatatkan rekor kunjungan tertinggi, seiring dengan promosi acara akhir tahun.

Baca juga: Wisata Paralayang Majalengka: Info Harga Terbaru 2026 dari Gunung Panten

Dari sisi akomodasi, tingkat hunian hotel di pusat kota dan kawasan industri Karawang selama Desember 2025 tercatat di atas 90 persen. 

Kondisi ini turut menyerap tenaga kerja temporer serta meningkatkan pendapatan sektor jasa.

“Hotel-hotel menggelar berbagai event besar, menghadirkan artis nasional, hingga paket keluarga malam tahun baru. Ini menunjukkan pariwisata Karawang mulai terintegrasi dengan industri hiburan dan ekonomi kreatif,” ujar Abas.

Ia juga menambahkan, kolaborasi event kebudayaan dengan bazar UMKM pada malam pergantian tahun di Lapangan Karangpawitan menjadi bukti bahwa pariwisata mampu menjadi pengungkit ekonomi rakyat.

Meski demikian, Abas mengakui sektor wisata pantai di wilayah utara masih menghadapi tantangan akibat cuaca ekstrem dan kenaikan air laut. Namun demikian, pantai tetap menjadi pilihan wisatawan domestik dan regional.

“Ke depan, kami akan fokus pada perbaikan sarana dan prasarana wisata pantai agar dampak ekonomi pariwisata bisa lebih merata dirasakan masyarakat,” kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.