TRIBUNNEWS.COM - Cedera lutut yang dialami Kylian Mbappe serta masa pemulihan selama tiga pekan datang pada momen yang sangat tidak ideal bagi Real Madrid.
Penyerang asal Prancis tersebut disebut sudah bermain sambil menahan rasa sakit pada sejumlah laga terakhir di penghujung tahun 2025, terutama saat tampil di laga pembuka Copa del Rey melawan Talavera.
Kondisi tersebut diduga merupakan dampak dari manajemen menit bermain yang kurang optimal, yang akhirnya berujung pada cedera yang kini memaksanya menepi.
Akibat cedera tersebut, Mbappe hampir dipastikan absen sepanjang gelaran Piala Super Spanyol, situasi yang membuat pelatih Xabi Alonso berada dalam dilema besar.
Real Madrid akan mengawali langkah di Piala Super Spanyol melawan rival sekotanya, Atletico Madrid pada Jumat (9/1/2026) pukul 02.00 WIB.
Sebelum itu, Mbappe juga dipastikan absen di matchday ke-18 Liga Spanyol 2025/2026 melawan Real Betis pada Minggu (4/1/2026) pukul 22.15 WIB.
Absennya Mbappe tentu menjadi masalah berat bagi Xabi Alonso. Pasalnya, pemain asal Prancis itu menjadi andalan utama Real Madrid dalam urusan mencetak gol.
Bahkan Mbappe mencatatkan striker tersubur di kalender 2025 dengan mencetak 66 gol dalam 67 pertandingan bersama Real Madrid dan timnas Prancis.
Masalah semakin kompleks karena Endrick juga sudah tidak berada dalam skuad, sehingga opsi di lini serang Real Madrid kian terbatas.
Seperti dilaporkan Defensa Central, Xabi Alonso memiliki tiga opsi untuk mengatasi krisis di lini depan, dengan masing-masing solusi menawarkan pendekatan taktik yang berbeda.
Opsi pertama adalah menurunkan Gonzalo Garcia. Meski minim menit bermain musim ini, Alonso menilai pemain muda tersebut memiliki mental dan kualitas untuk memikul tanggung jawab mencetak gol.
Baca juga: Bukan Ancelotti atau Zidane, Modric Bongkar Sosok Pelatih Real Madrid yang Bikin Ronaldo Menangis
Penampilan Gonzalo di Piala Dunia Antarklub 2025 yang mencetak 4 gol dalam 6 penampilan menjadikannya salah satu alasan mengapa ia masih dipercaya sebagai solusi jangka pendek.
Opsi kedua, Alonso dapat mengubah sistem menjadi 4-4-2, dengan mengorbankan satu penyerang demi menambah kekuatan di lini tengah.
Dalam skema ini, Vinicius Junior dan Rodrygo Goes kemungkinan akan diplot sebagai duet penyerang, sementara Dani Ceballos atau Eduardo Camavinga diturunkan untuk menambah keseimbangan di lini tengah.
Formasi ini dinilai mampu meningkatkan stabilitas permainan, meski harus mengorbankan daya gedor di lini depan.
Opsi ketiga, yang paling radikal, adalah menerapkan skema false 9.
Taktik false nine dalam sepak bola adalah strategi di mana seorang penyerang utama tidak berperan sebagai utama, tetapi justru sering mundur ke lini tengah untuk menarik bek lawan dan membuka ruang bagi rekan setimnya.
Dalam pendekatan ini, Alonso akan memanfaatkan gelandang sebagai penyerang tengah yang bergerak bebas di ruang antar lini untuk menciptakan ancaman.
Nama Jude Bellingham disebut sebagai kandidat utama jika opsi ini dipilih, mengingat instingnya di kotak penalti serta kemampuannya mencetak gol dari lini kedua.
Meski berisiko, skema false 9 menjadi salah satu alternatif yang tengah dipertimbangkan Alonso secara serius demi menjaga daya saing Real Madrid di tengah krisis penyerang.
(Tribunnews.com/Ali)