Nasib Dika Hobi Menangkap Ular tapi Putus Sekolah Akibat Sering Dibully
January 02, 2026 03:30 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Pilu nasib Dika yang terpaksa putus sekolah akibat takut dirundung.

Sosok Dika viral di media sosial karena berani menangkap ular dari hutan.

Bocah asal Bandung, Jawa Barat itu mencari ular agar bisa membantu perekonomian keluarga.

Di balik sosoknya yang berani, Dika justru menyimpan kisah pilu di masa lalu.

Baca juga: Ular Masuk di Motor Warga Magetan saat Hendak Pulang dari Pasar Sayur

Anak putus sekolah sejak kelas 3 sekolah dasar (SD) itu memilih menangkap ular untuk bisa jajan dan membantu ibunya mencukupi kebutuhan.

 
Baca juga: Sosok Dika Bocah Penangkap Ular, Raja di Sawah Tapi Memendam Perih karena Perundungan di Sekolah

Dika atau nama lengkapnya Muhammad Nandika Saepulloh tinggal di Kampung Dangdeur, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Putus Sekolah

Di balik keviralannya, Dika ternyata menyimpan kisah pilu.

Bocah yang seharusnya masih sekolah ini ternyata tak lagi mengenyam pendidikan.

Dika sudah putus sekolah sejak kelas 3 SD.

Panji sempat bertanya alasan Dika tak lagi melanjutkan sekolah.

Dika mengaku bahwa ia sering dibully teman-teman sekolah sehingga akhirnya tak mau lagi berangkat ke sekolah.

"Sering ditonjok," ungkap Dika ketika ditanya alasannya berhenti sekolah.

Pengakuan Dika ini sejalan dengan cerita sang ibu, Reka Noviyanti (25).

Reka mengaku sangat cemas setiap kali mengetahui anak sulungnya, berburu ular di sawah.

Pada awalnya, Reka sering memarahi Dika dan melarangnya menangkap ular.

Namun karena kecintaan sang anak terhadap ular, Reka hanya bisa mengingatkan agar tetap berhati-hati.

"Pasti ada (rasa khawatir). Sering dimarahin, jangan nangkap ular terus, takut nggak tahu mana ular yang berbahaya dan berbisa. Dia tahu-tahu nangkep ular lagi. Tapi alhamdulilah juga tahu mana ular yang bahaya dan nggak," katanya.

Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, kata Reka, Dika dikenal seperti anak-anak biasanya.

Namun bedanya, sang anak lebih menyukai bermain di luar dengan ular dibandingkan bermain gawai.

"Sebenarnya, Dika bukan hanya nangkep ular tapi juga biawak atau jenis lainnya. Padahal, engga ada satupun keluarga yang bisa nangkep ular. Semua pada takut ular, tapi engga tahu mana dia bisa nangkap ular," ucapnya.

Saat ditanya mengenai cita-citanya, menurut Reka sang anak lebih memilih untuk menjadi pawang ular. 

Kini, seriring viralnya video tersebut, saat ini Dika memiliki julukan baru yaitu "Dika Oray" (Dika Ular).

Meski demikian, Reka berharap viralnya kisah sang anak bisa menjadi titik balik kebaikan untuknya.

Terlebih saat ini Dika sudah putus sekolah sejak usianya masih menginjak delapan tahun.

"Harusnya naik kelas 5, kelas 4 sekarang. Putus sekolahnya itu kelas 3. Ya pengennya kalau bisa sekarang sekolah lagi, kalau bisa berhenti juga ngambil ular, khawatir saya," ujarnya.

Viral

Ia viral setelah videonya membawa 8 ekor ular sekaligus beredar di media sosial.

Dalam video yang beredar, Dika membawa dua ekor ular di kedua tangannya, sementara enam ekor lainnya ia masukkan ke dalam baju.

Kedelapan ekor ular itu awalnya ia jual dengan harga Rp 100 ribu, namun pembeli kemudian menawar menjadi Rp 50 ribu.

Aksi Dika membawa delapan ular sekaligus ini sukses membuat publik terheran-heran.

Pasalnya bocah 10 tahun tersebut tampak tak ada rasa takut sama sekali.

Ditemui Panji Petualang

Keviralan Dika rupanya menarik minat Panji Petulangan.

Sebagai sesama pecinta reptil, Panji bersama tim lantas pergi menemui Dika di kampung halamannya.

Dalam video yang diunggah Panji di Instagram pada Senin (29/12/2025), Panji memperlihatkan bagaimana aktivitas Dika ketika sedang mencari ular.

Dika terlihat lihai menelusuri area persawahan, kebun, dan memanjat pohon untuk menangkap ular-ular yang ia temukan.

Dika tampak tidak mengeluh meski sering kali digigit ular yang berontak ketika hendak ditangkap.

Panji juga memberikan edukasi kepada Dika agar melakukan aktivitasnya itu dengan hati-hati.

Ia mengajarkan Dika cara menghandle ular dengan lebih tepat.

Panji juga mengajarkan Dika tentang jenis ular yang tidak boleh ditangkap karena berbisa.  (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.