Daripada Antre, Persada Indonesia Tawarkan Solusi Keberangkatan Haji Lebih Cepat Hanya Rp 7,5 Juta
January 02, 2026 07:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Keinginan umat Muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah haji kini berhadapan dengan realitas masa tunggu yang semakin panjang. Lonjakan pendaftar yang tidak sebanding dengan kuota tahunan membuat banyak calon jemaah mencari jalur alternatif agar dapat beribadah di usia yang masih produktif. Menjawab kegelisahan tersebut, Persada Indonesia menghadirkan terobosan program Haji Plus dengan setoran awal yang sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp 7,5 juta saja.

Update Antrean Haji 2025 Terbaru

Memasuki tahun 2025, data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) menunjukkan tantangan besar bagi calon jemaah haji reguler. Rata-rata update antrean haji terbaru di indonesia secara nasional telah menembus angka 26,4 tahun. Kebijakan penyetaraan kuota oleh pemerintah memang bertujuan menghapus disparitas antarwilayah, namun kenyataannya di beberapa daerah seperti Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, masa tunggu masih menyentuh rekor ekstrem hingga 47 tahun.   

Dinamika ini diperumit dengan variabel ekonomi. Berdasarkan kesepakatan pemerintah dan DPR, biaya haji terbaru untuk musim haji 2026 ditetapkan rata-rata sebesar Rp 87,4 juta. Meski nominal tersebut turun sekitar Rp 2 juta dibanding tahun sebelumnya, inflasi di Arab Saudi dan fluktuasi nilai tukar rupiah tetap menjadi faktor yang patut diwaspadai oleh calon jemaah yang menabung secara konvensional. Kondisi inilah yang memicu pergeseran minat masyarakat ke jalur haji khusus sebagai solusi logis untuk berangkat lebih cepat.   

Berangkat Haji Plus Via Persada Indonesia Mulai dari Rp 7,5 Juta Saja

Di tengah antrean yang bisa mencapai empat dekade, Persada Indonesia menawarkan oase melalui program kolaborasi strategis dengan lembaga keuangan syariah.

Fitria Yuliani, Sales Head Persada Indonesia, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempermudah akses umat Islam mendapatkan nomor porsi haji khusus tanpa harus menunggu dana puluhan juta terkumpul di awal.

"Program promo ini sederhananya dapat dipahami sebagai setoran awal untuk mendapatkan nomor porsi keberangkatan. Melalui kolaborasi dengan Bank Muamalat, jemaah akan dibantu memastikan slot keberangkatan ibadah haji lebih cepat," ujar Fitria.

Keunggulan utama program ini terletak pada efisiensi waktu. Fitria memaparkan bahwa estimasi masa tunggu Haji Plus melalui Persada Indonesia saat ini hanya berkisar antara 9 hingga 10 tahun. 

"Ini adalah solusi bagi mereka yang tidak ingin menunggu hingga sampai 35 tahun di jalur reguler," tambahnya. 

Selanjutnya, jemaah akan dibantu untuk menyelesaikan sisa biaya sesuai mekanisme syariah yang telah dirancang dengan pilihan tenor satu hingga lima tahun.   

Bagi jemaah yang memiliki kebutuhan mendesak untuk berangkat tanpa antre sama sekali, Fitria menyebutkan adanya opsi Haji Mujamalah atau Furoda. Namun, ia menegaskan bahwa program Furoda memiliki skema biaya yang berbeda dan tidak termasuk dalam promo setoran awal 7,5 juta rupiah tersebut.   

Sebagai langkah strategis, masyarakat diimbau untuk segera merencanakan ibadah haji sedini mungkin. Dengan modal awal yang terjangkau dan dukungan dari travel berizin resmi seperti Persada Indonesia, impian menuju Baitullah kini bukan lagi sekadar angan yang harus menunggu puluhan tahun. Keberangkatan yang lebih cepat bukan hanya soal kenyamanan fisik, tetapi juga kepastian dalam menjalankan rukun Islam dengan bimbingan yang ahli di bidangnya. (*)

(TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.