SERAMBINEWS.COM, ACEH UTARA - Upaya pemulihan kesehatan pascabanjir terus dilakukan di sejumlah wilayah Aceh Utara.
Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Mane Tunong dan Desa Gunci, Aceh Utara, dengan fokus utama pada pelayanan kesehatan maternal, khususnya pemeriksaan ultrasonografi (USG) bagi ibu hamil serta pasien dengan keluhan penyakit kandungan.
Baca juga: FK Unimal Lakukan Psikososial Pasca Banjir di Sawang dan Muara Batu Aceh Utara
Dekan FK Unimal, dr Muhammad Sayuti, Sp.B, Subsp. BD(K), Jumat (2/1/2026), menjelaskan, pelayanan USG ini menjadi salah satu layanan krusial pascabanjir, mengingat banyak ibu hamil yang tertunda melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin akibat keterbatasan akses fasilitas kesehatan dan kondisi ekonomi setelah bencana.
Pemeriksaan dilakukan langsung oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn), dr. Iskandar, Sp. OG, sehingga masyarakat mendapatkan layanan yang komprehensif, akurat, dan sesuai standar medis.
Dalam pemeriksaan tersebut, dokter spesialis melakukan pemantauan kondisi janin, usia kehamilan, posisi janin, serta mendeteksi potensi risiko kehamilan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Selain itu, pasien dengan keluhan penyakit kandungan juga mendapatkan konsultasi dan edukasi kesehatan reproduksi secara langsung, sebuah layanan yang jarang dapat diakses masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Kegiatan di Desa Gunci memiliki tantangan tersendiri. Lokasi desa yang sulit dijangkau pascabanjir memaksa tim harus menempuh perjalanan dengan kondisi jalan yang rusak, berlumpur, dan terbatasnya sarana transportasi.
Namun keterbatasan tersebut tidak menyurutkan langkah tim medis untuk tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan spesialistik.
Menariknya, pelayanan di Desa Gunci dilaksanakan melalui kolaborasi lintas institusi, yang melibatkan Universitas Malikussaleh, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta tim medis dari Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C).
Kolaborasi ini memungkinkan pelayanan kesehatan yang lebih luas dan terintegrasi, mulai dari pelayanan medis umum, kesehatan ibu dan anak, hingga dukungan logistik dan teknis lapangan.
Kolaborasi lintas universitas dan lembaga kemanusiaan ini menjadi contoh nyata sinergi dalam respons kesehatan pascabencana. Setiap tim membawa keahlian dan peran masing-masing, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
Selain layanan USG dan kesehatan reproduksi, kegiatan pengabdian ini juga dilengkapi dengan layanan mobile clinic, pemeriksaan kesehatan umum, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa pemulihan kesehatan pascabanjir tidak hanya menyasar aspek kuratif, tetapi juga promotif dan preventif.
Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan dosen, mahasiswa, dokter muda, dan dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh yang bekerja bersama dalam semangat pengabdian.
Kehadiran tenaga medis lintas generasi ini memperkuat nilai edukasi, pelayanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terdampak bencana.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan, bahkan di wilayah dengan akses yang menantang.
Layanan USG spesialis di tengah keterbatasan menjadi bukti bahwa upaya menjaga kesehatan ibu dan janin tetap menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan pascabanjir.(*)