TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Mari kita belajar! Simak nih, kunci jawaban IPA Kelas 10 Semester 1 Kurikulum Merdeka halaman 5, tentang Aktivitas 1.3: Ayo Cari Tahu.
Kali ini kita akan membahas soal pada Bab 1 yang berjudul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah pada kegiatan siswa Ayo Cari Tahu tentang mencari tahu besaran pada alat ukur.
Kunci jawaban di bawah ini diharapkan bisa membantu siswa sebagai alternatif jawaban untuk menyelesaikan soal pada halaman 10 11 12 di buku siswa IPA Kelas 10.
Berikut kunci jawaban dan pembahasan soal IPA Kelas 10 Semester 1 Kurikulum Merdeka halaman 10 11 12 sesuai dengan buku siswa IPA Kurikulum Merdeka edisi tahun 2023.
Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 269 270 271 Kurikulum Merdeka, Ayo Cek Pemahaman: Soal 2
(Update Kunci Jawaban)
Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Semester 1 Kurikulum Merdeka Halaman 10 11 12
Aktivitas 1.3
Ayo Cari Tahu
Untuk memilih alat ukur yang digunakan dalam kegiatan pengukuran, kalian perlu mempertimbangkan besaran apa yang diukur.
Pada kasus ini, kalian harus memilih alat ukur yang cocok untuk mengukur besaran-besaran baut. Untuk itu, kalian perlu mengetahui cara mengukur menggunakan alat-alat ukur berikut.
Jawaban:
a. Jangka Sorong
1. Komponen-komponen jangka sorong
(1) Rahang dalam: mengukur tebal dan diameter luar benda
(2) Rahang luar: mengukur diameter dalam benda
(3) Pengukur kedalaman (depth probe): mengukur kedalaman benda
(4) Skala utama cm: mengukur skala utama (satuan cm)
(5) Skala utama inci: mengukur skala utama (satuan inci)
(6) Skala nonius inci: mengukur skala nonius (satuan inci)
(7) Skala nonius 0,1 mm: mengukur skala nonius (satuan inci)
(8) Pengunci: mengunci alat ukur
Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 266 267 268 Kurikulum Merdeka, Ayo Cek Pemahaman: Soal 1
2. Nilai Skala Terkecil (NST) skala utama 0,1 mm; dan skala nonius 0,01 cm.
3. Nilai ketidakpastian pengukuran tunggal 0,005 cm.
4. Cara menggunakan jangka sorong
(1) Menjepit benda antara rahang tetap dan geser.
(2) Mengunci hasil pengukuran.
(3) Menetapkan nol skala nonius sebagai acuan pengukurannya.
(4) Lihat satu ukuran skala utama yang berada tepat pada nol skala nonius, hasil pembacaan merupakan nilai skala utama.
(5) Skala nonius yang berimpit/segaris dengan skala utama merupakan nilai skala nonius.
(6) Menjumlahkan nilai skala utama dengan 0,01 × nilai skala nonius.
5. SU = 2,00 cm, SN = 1 × 0,01 = 0,01 cm, HP = 2,01 cm
6. Hasil pengukuran = (2,01 ± 0,005) cm
b. Mikrometer Sekrup
1. Komponen-komponen mikrometer sekrup
(1) Landasan (anvil): sebagai penahan benda
(2) Poros (spindle): menjepit benda yang diukur
(3) Bingkai (frame): penghubung landasan dengan komponen lainnya
(4) Kunci (lock): mengunci poros agar tidak bergeser
(5) Selubung dalam (sleeve) – lintasan selubung luar dan tempat skala utama, dan skala utama: mengukur skala utama
(6) Skala nonius: mengukur skala nonius
(7) Selubung luar (thimble): tempat skala nonius yang dapat berputar dan bergeser
(8) Roda bergerigi (ratchet): membatasi pergeseran poros (spindle) berlebih terhadap benda
Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 226 227 228 Kurikulum Merdeka, Ayo Cek Pemahaman
2. NST skala utama 0,5 mm, NST skala nonius 0,01 mm
3. Nilai ketidakpastian pengukuran tunggal 0,05 mm
4. Cara menggunakan mikrometer sekrup:
(1) Menjepit benda antara rahang tetap dan geser.
(2) Mengunci hasil pengukuran.
(3) Menetapkan nol skala nonius sebagai acuan pengukurannya.
(4) Lihat satu ukuran skala utama yang berada tepat pada nol skala nonius, hasil pembacaan merupakan nilai skala utama.
(5) Skala nonius yang berimpit/segaris dengan skala utama merupakan nilai skala nonius.
(6) Menjumlahkan nilai skala utama dengan 0,01 × nilai skala nonius.
5. SU = 7,00 mm, SN = 25 × 0,01 mm, HP = 7,25 mm
6. Hasil pengukuran = (7,25 ± 0,005) mm
c. Neraca Empat Lengan
1. Komponen-komponen pada neraca empat lengan sebagai neraca non-digital
(1) Tombol kalibrasi: pemutar yang berfungsi untuk mengkalibrasi (re-zero) neraca.
(2) Tempat beban: tempat meletakkan beban yang diukur massanya.
(3) Pemberat atau anting: beban yang tergantung pada lengan neraca berfungsi sebagai penunjuk hasil pengukuran.
(4) Lengan neraca: pelat logam yang dibubuhkan skala dengan ukuran tertentu.
(5) Garis kesetimbangan: penentu kesetimbangan dalam proses penimbangan.
2. Nilai skala terkecil (NST) alat ukur adalah 0,1 gram.
3. Nilai ketidakpastian pengukuran adalah 0,05 gram.
4. Hasil pengukuran = 0 g + 30 g + 7 g + 0,2 g = 37,2 g
5. (37,2 ± 0,05) gram
6. Neraca digital:
a. Neraca digital lebih praktis digunakan, sementara neraca non-digital membutuhkan waktu hingga setimbang agar dapat membaca hasil ukurnya.
b. Terdapat beberapa macam neraca digital dengan berbagai macam batas ukur yang berbeda-beda tergantung kebutuhannya, misalnya skala terkecil 0,01 gram dan 300 gram.
c. Neraca digital bergantung pada baterai.
d. Cara mengukur dengan neraca digital:
• Mempersiapkan alat dan zat yang akan ditimbang, seperti sendok, kaca arloji, dan kertas isap.
• Memeriksa keadaan awal neraca, meliputi pemeriksaan kebersihan neraca, kedataran, dan kesetimbangan neraca.
• Memastikan bahwa timbangan berada pada keadaan nol dengan menekan tombol tare.
• Meletakkan zat yang ditimbang pada tempatnya.
• Membaca dan mencatat hasil pengukuran pada layar.
• Setelah penimbangan selesai, mengembalikan neraca digital dalam keadaan nol seperti semula.
Demikian kunci jawaban IPA Kelas 10 Semester 1 Kurikulum Merdeka halaman 10 11 12, kegiatan siswa Aktivitas 1.3 : Ayo Cari Tahu sesuai dengan Kurikulum Merdeka edisi tahun 2023.
Disclaimer
Kunci jawaban diatas bersifat alternatif jawaban sehingga para siswa bisa memberikan eksplorasi jawaban lain.
Kunci jawaban soal diatas bisa saja berbeda sesuai dengan pemahaman tenaga pengajar atau murid. (*)