Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Bencana Alam Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bidang Bina Marga, Dr Ir Hedy Rahadian MSc, meninjau langsung penanganan ruas jalan nasional dari Bireuen hingga Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang sempat mengganggu arus lalu lintas selama hampir satu bulan.
Baca juga: Dirjen SDA ke Gayo Lues Tinjau Daerah Aliran Sungai yang Diterjang Banjir
Berdasarkan informasi yang diperoleh TribunGayo.com, mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga periode 2019-2024 tersebut meninjau penanganan sejumlah ruas jalan nasional.
Mulai dari ruas Bireuen- Bener Meriah- Takengon, ruas Takengon- Blangkejeren, hingga ruas Blangkejeren- Kutacane, Aceh Tenggara.
Dalam peninjauan tersebut, Dr Ir Hedy Rahadian didampingi oleh masing-masing Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada ruas jalan nasional terkait.
Peninjauan dimulai dari ruas jalan nasional Bireuen hingga Kutacane untuk memastikan jalur pasokan logistik serta mobilitas masyarakat terdampak bencana dapat kembali berjalan lancar.
Kepala Satgas Pelaksanaan Bencana Alam Kementerian PUPR bidang Bina Marga, yang didampingi PPK 3.3 ruas jalan nasional Takengon- Gayo Lues, Mulyadi ST MT, kepada TribunGayo.com, Jumat (2/1/2025), mengatakan bahwa setiap titik kerusakan pada ruas jalan nasional tersebut langsung dicek dan ditinjau secara menyeluruh.
Baca juga: Banjir Bandang Susulan Kembali Terjang Gayo Lues, Rumah Warga Terendam dan Akses ke RSUD Terganggu
Menurutnya, peninjauan ini juga menjadi momentum untuk memberikan berbagai masukan dan arahan terkait perbaikan hingga penanganan permanen dampak bencana alam pada ruas jalan nasional.
Setiap PPK diminta memastikan penanganan longsor dan perbaikan jalan memenuhi standar jalan nasional, termasuk memperhatikan sistem drainase, kelandaian, serta kemiringan lereng.
Selain itu, ruas jalan juga harus dilengkapi dengan perlengkapan jalan seperti rambu-rambu.
Khusus pada jembatan, box culvert, gorong-gorong, serta badan jalan yang mengalami amblas, desain perbaikan harus dilakukan sebaik mungkin agar tepat mutu dan tepat sasaran, serta mampu menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
"Kini para pekerja diminta untuk selalu mematuhi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).
Dan kepada petugas dari kementerian PUPR juga harus senantiasa memberi pelayanan optimal bekerja keras dan bergerak cepat serta bertindak tepat," sebutnya. (*)
Baca juga: Terjebak Banjir di Jembatan Seneren, Mobil Dinas Camat Pantan Cuaca Gayo Lues Hanyut